Kuningan News - Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Oleced mendadak ramai dipadati warga pada Selasa malam (31/3/2026). Ratusan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tampak mengular panjang demi mendapatkan bahan bakar. Pemandangan ini mulai terlihat mencolok sekitar pukul 19.00 WIB, di mana antrean kendaraan bahkan sampai meluber ke batas pintu masuk SPBU.
Keriuhan ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikabarkan mulai berlaku pada 1 April pukul 00.00 WIB mendatang. Warga yang merasa cemas memilih untuk segera mengisi tangki kendaraan mereka hingga penuh sebelum pergantian hari, guna menyiasati selisih harga yang dianggap cukup besar.
Salah seorang pengendara mobil, Nurrohmat mengaku sengaja datang ke SPBU setelah mendengar kabar mengenai kenaikan harga tersebut. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan mengisi bahan bakar dengan harga lama, mengingat mobilitasnya yang cukup tinggi setiap hari.
"Saya dapat informasi katanya harga Pertamax mau naik sampai Rp17.000 per liter. Makanya ini langsung inisiatif buat penuhin tangki mobil," ujar Nur Rohmat saat ditemui di tengah antrean.
Ia pun rela mengantre cukup lama demi mengisi bensin senilai Rp300.000 agar kendaraannya siap menghadapi perjalanan esok hari. Kekhawatirannya dirasakan juga oleh banyak pengguna jalan lainnya. Terpantau di lokasi, antrean tidak hanya didominasi oleh mobil pribadi, tetapi juga deretan sepeda motor yang memenuhi lajur pengisian.
“Iya ini kan masih ada setengah lagi, jadi di fullkan diisi pertamah 300 ribu, jadi full tank lah ini,” tambahnya.
Meski pihak berwenang belum memberikan pengumuman resmi terkait angka pasti kenaikan harga, spekulasi yang beredar di media sosial dan pesan berantai sudah cukup membuat warga panik. Kondisi "panic buying" atau aksi borong ini pun membuat SPBU ramai.
“Saya sih lebih ke antisipatif aja, barangkali memang benarkan jadi naik, lumayan soalnya katanya naiknya sampe 5.000 per liter,” pungkasnya. (KN-12)
