Murid SLB C YPALB Perwari Kuningan (foto: dok. SLB) Kuningan News - Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya tunagrahita, bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah proses internalisasi nilai kemandirian yang kompleks. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan observasi edukatif di SLB C YPALB Perwari Kuningan. Sekolah yang berlokasi di Ancaran, Kuningan ini menjadi laboratorium hidup bagi pengembangan potensi siswa dengan hambatan intelektual dan juga beberapa hambatan lainnya yang ada di sekolah tersebut. Bagaimana proses belajar siswa ABK? Mengingat keterbatasan dalam memahami instruksi kompleks, guru memecah satu tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang sistematis. Sebagai contoh, saat mengajarkan cara belajar dengan menggunakan media serta model yang interaktif untuk para siswa. Dimensi Psikososial dan Lingkungan Inklusif Selain aspek kognitif, sekolah ini berperan vital dalam membangun kecerdasan emosional dan...