Langsung ke konten utama

Target Retribusi Naik 10 Kali Lipat, Gerindra Warning Keras Bupati, Jangan Sampai Gagal Bayar Lagi!

Ilustrasi APBD.

Kuningan News – Meski jadi salah satu pengusung utama Bupati dan Wakil Bupati Kuningan saat ini, Fraksi Gerindra DPRD Kuningan tak segan mewarning Pemerintah Kabupaten Kuningan yang dipimpin Dr Dian Rachmat Yanuar M Si – Hj Tuti Andriani SH MKn, soal rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2026.

Warning itu dituangkan Fraksi Gerindra, dalam Pandangan Umum Fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2026, yang diserahkan ke Bupati dalam Rapat Paripurna, Selasa (7/10/2025) kemarin.

“Sebagaimana disampaikan dalam dokumen rancangan APBD tahun anggaran 2026, bahwasanya Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp 2,796 Trilyun atau lebih tinggi dibanding target dalam APBD Induk di tahun 2025 sebesar Rp 2,77 Trilyun, namun lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar Rp 2,89 Trilyun,” tertulis dalam PU yang ditandatangani Ketua Fraksi Toto Tohari dan Sekertaris Eman Suherman.

Masih tertuang dalam PU tersebut, khusus untuk penerimaan Pendapatan Asli Daerah pada APBD tahun 2026 nanti ditargetkan sebesar Rp 475,04 Milyar atau lebih tinggi dibanding tahun 2025 sebesar Rp 431,09 Milyar, ataupun tahun 2024 sebesar Rp 366,19 Milyar.

“Kami sungguh berharap penetapan target tersebut telah melalui perhitungan yang lebih matang, lebih antisipatif dan relatif lebih realistis lagi dibanding target di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

“Kita tentu tidak ingin pemicu tragedi gagal bayar akibat penetapan target pendapatan daerah yang terlalu optimis menjadi terulang lagi sehingga potensi gagal bayar akan terus berlarut-larut dan semakin membebani keuangan daerah,” warning Fraksi Gerindra ke Bupati.

Adapun, lanjutnya, Pendapatan Asli Daerah di tahun 2026 nanti ditargetkan sebesar Rp 475,04 Milyar atau lebih tinggi dibandung target di tahun 2025 sebesar Rp 431,09 Milyar, yang terdiri dari Pajak Daerah sebesar Rp 232,05 Milyar, Retribusi Daerah sebesar Rp 219,24 Milyar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 6,98 Milyar, serta lain-lain pad yang sah sebesar Rp 16,74 milyar.

“Dengan demikian kami mencatat, terjadi penambahan target yang sangat signifikan pada Retribusi Daerah, yakni menjadi sepuluh kali lipatnya lebih dibanding tahun 2025, yakni dari target sebesar Rp 21,66 Milyar dalam APBD induk tahun 2025, menjadi Rp 219,24 Milyar. Untuk itu, mohon penjelasannya terkait komponen retribusi apa saja yang mengalami lonjakan target yang signifikan di tahun 2026 nanti?” tertuang dalam PU.

Gerindra menegaskan, pihaknya ingin mengingatkan bahwa Retribusi Daerah ini notabene terkait langsung dengan kinerja pemerintah daerah di lapangan. Di sisi lain, Retribusi Daerah sebisa mungkin untuk terus ditingkatkan karena menjadi salah satu tulang punggung bagi kemandirian Kabupaten Kuningan.

“Oleh karena itu, penurunan target beberapa komponen penerimaan retribusi seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, komponen retribusi apa saja yang di tahun 2026 nanti diperkirakan mengalami stagnan atau bahkan mengalami penurunan target dibanding tahun 2024 lalu maupun tahun 2025 berjalan ini? Kemudian berdasarkan hasil kajian dan temuan di lapangan sejauh ini, komponen retribusi daerah apa saja yang sesungguhnya masih memungkinkan untuk bisa ditingkatkan lagi? Mohon tanggapannya,” tulis Gerindra, disampaikan ke Pemkab Kuningan.

Untuk diketahui, PU Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Kuningan sendiri merupakan respon dari Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2026 yang diajukan Pemkab Kuningan. PU Fraksi, akan dijawab oleh Bupati dalam Rapat Paripurna selanjutnya. (KN-7)

HOT NEWS

Mengenal Ciri-ciri Penyalahguna Narkoba: Mata Merah hingga Berat Badan Turun

Ilustrasi pengguna narkoba. Kuningan News - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan, Agus Mulya MSi, mengungkapkan ciri-ciri pengguna narkoba, seperti mata merah hingga berat badan turun.   Menurutnya, penyalahgunaan narkoba berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Setiap jenis zat  menimbulkan efek yang berbeda pada tubuh dan perilaku penggunanya.  "Mengenali ciri-ciri penyalahguna sejak dini menjadi langkah penting dalam pencegahan dan penanganan," ujar Agus, Jumat (10/10/2025). Agus menjelaskan, narkotika baik yang berasal dari tanaman atau sintetis, bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat menimbulkan efek menenangkan, menghilangkan rasa nyeri, dan menimbulkan ketergantungan.  Ia menyebutkan, penyalahguna narkotika golongan I, seperti ganja, heroin, kokain, LSD, dan sabu, dapat menimbulkan perubahan drastis dalam perilaku, seperti menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, atau hiperaktif. Secara fisik, gejala yang dialami yaitu,...

Sejarah Purwawinangun dan Peran Syekh Maulana Akbar

  Kuningan News -  Kelurahan Purwawinangun terletak di   pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan atau Jantung Kota Kuningan, karena itu Sejarah berdirinya Purwawinangun tidak lepas dari Sejarah Kota Kuningan. Ada seorang ulama yang Bernama Syekh Maulana Akbar yang melakukan perjalanan ke Pasembangan yang meneruskan perjalanan mengembangkan Agama Islam serta pernah singgah sebentar ketempat yang disebut Bumi Haji di daerah Luragung.  Beliau meneruskan perjalanannya hingga sampai ke daerah sekitar Kota Kuningan pada waktu itu dikenal dengan “Kejene” yang artinya Kuning dan penduduknya menganut agama Hindu (Agama Sanghiang). Pemerintahan Kajene yang terletak di Blok Sidapurna Desa Purwawinangun yang disebut Sidapurna artinya “Jadi Sempurna” oleh Syekh Maulana Akbar. Beliau menetap disana dan berhasil menjalin hubungan baik dengan pemerintahan Kajene dan mendirikan Pesantren di Sidapurna. Syekh Maulana Akbar menikah dengan seorang putri dari tokoh penting di lingkungan t...

Jelang 10 November, TNI Bersihkan Taman Makam Pahlawan

Kuningan News - Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2020, anggota Kodim 0615/Kuningan melaksanakan kegiatan pembersihan Taman Makam Pahlawan (TMP) Haurduni Kabupaten Kuningan, Senin (9/11/2020). Kegiatan diikuti oleh 90 personel diantaranya, Pasiops Kodim 0615/Kuningan, Kapten Inf Ujang Maryadi, Danramil 1504/Subang, Kapten Inf Ibnu Sahid, Danramil 1515/Cigugur, Kapten Inf Nandang, beserta para prajurit Kodim 0615/Kuningan. Kapten Inf Ujang menuturkan, sebelum melakukan bersih-bersih, seluruh personel melaksanakan apel kesiapan dan pengecekan anggota. "Setelah mengecek kesiapan, kami memulai dengan membersihkan jalan masuk area TMP Haurduni. Kemudian, dilanjut dengan membersihkan area pemakaman," jelasnya. Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan, Letkol Czi Karter Joyi Lumi mengatakan, giat bersih-bersih di TMP ini sebagai bukti penghormatan kepada jasa-jasa pahlawan. (derium)

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Wabup Heran Jalan Puncak-Cisantana Masuk Sertifikat Warga, Harusnya Dipisah, BPN Lalai?

Kuningan News – Setelah kuasa pemilik tanah menjelaskan asal usul tanah jalur Puncak-Cisantana, Pemerintah kabupaten Kuningan melalui Bupati Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si dan Wakil Bupati H Tuti Andriani SH M Kn angkat bicara soal polemik lahan tersebut. Bupati Dian mengaku, polemik tersebut saat ini masih dalam proses pihaknya berdasarkan laporan yang diterimanya sejauh ini. "Itukan lagi berproses yah. Saya sudah tugaskan Asda 1 dengan BPKAD yang pasti berdasarkan hasil laporan," ujarnya sembari meyakini bahwa penggunaan tanah untuk jalan sudah melalui proses tahapan-tahapan yang sesuai dengan ketentuan. Dian, yang dikonfirmasi setelah pembukaan acara Jambore Penyuluh Pertanian se-Jawa Barat tahun 2025 di Kebun Raya Kuningan, Selasa (29/04/2025) siang itu, kemudian mempersilahkan menjawab pada Wabup Tuti yang notabene mantan notaris dan dianggap yang lebih menguasai permasalahan tersebut. Tuti menjelaskan bahwa semenjak pembangunan BNN, dulu sudah ada jalan untu...

Festival Budaya Kota Cirebon 2025 Pamerkan Keberagaman Dan Tradisi Dan Tarian Dari Berbagai Provinsi

Kuningan News – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon menggelar Festival Budaya Kota Cirebon tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 2 hingga 4 Agustus. Kegiatan ini diselenggarakan di Alun-Alun Kejaksaan Kota Cirebon, menjadi ajang perayaan budaya yang menarik banyak perhatian masyarakat. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni tari dari berbagai provinsi di Indonesia. Pada Minggu (3/8/2025) malam acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dimana pengunjung menikmati beragam tarian tradisional dari berbagai provinsi yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.  Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai wilayah, termasuk mahasiswa yang sedang kuliah di Cirebon. Salah satunya adalah Naira Raudhatul Jannah, seorang mahasiswi asal Karawang.  “Saya merasa bahagia bisa merasakan dan menikmati nilai-nilai serta tradisi yang masih ada sampai saat ini,” ujarnya saat diwawancarai kuninganmass.com. Suasana meriah terasa di Alun-Alun Kejaksaan. Pert...

Keindahan Ciremai Dibalut Biaya Masuk Mahal, Segini Tarifnya...

  Kuningan News - Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, mendakinya menjadi daya tarik bagi banyak pecinta alam dan pendaki dari berbagai wilayah. Keindahan alam yang ditawarkan oleh Ciremai memang memukau, namun harga tiket masuk yang dibandrol sekitar 125 ribu rupiah + 10 ribu untuk parkir menimbulkan pertanyaan di kalangan pengunjung. Dalam karcis yang diterima, tertera rincian harga yang cukup kompleks, dengan total 85 ribu rupiah. Rincian tersebut meliputi tiket jasa wisata pendakian sebesar 48.500 rupiah, asuransi 1.500 rupiah, tiket masuk pengunjung umum 15.000 rupiah, pungutan kegiatan wisata alam 20.000 rupiah, dan biaya parkir sebesar 10.000 rupiah untuk satu motor. Meskipun harga tiket tampak tinggi, banyak pendaki yang tetap rela membayar demi menikmati pemandangan dan pengalaman mendaki yang luar biasa. Keindahan Gunung Ciremai memang sebanding dengan biaya yang harus dibayar. Pemandangan alam yang spektakuler, udara segar, dan pengalaman menaklukan ...