Langsung ke konten utama

Mengintip Kekuatan Partai Pengusung Tiga Pasangan Calon di Pilkada Kuningan 2024


Kuningan News – Pilkada Kabupaten Kuningan memasuki babak menarik dengan munculnya tiga poros utama pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Semua pasangan calon dalam kontestasi ini didukung oleh partai politik, tanpa adanya kandidat independen.

Ketiga pasangan calon yang telah mendaftar di KPU diantaranya yaitu, Yanuar Prihatin – H Udin Kusnaedi, Dian Rahmat – Tuti Andriani SH, dan M Ridho Suganda – H Kamdan. Masing-masing pasangan calon telah mengantongi dukungan partai yang memenuhi ambang batas baik berdasarkan peraturan lama maupun peraturan baru.

Berikut adalah kekuatan partai pengusung masing-masing pasangan calon berdasarkan hasil Pemilu 2024 :

  1. Yanuar Prihatin – H Udin Kusnaedi
    • Partai Pengusung: PKB, PAN, dan PBB.
    • Perolehan Suara:
      • PKB: 91.046 suara (8 kursi DPRD)
      • PAN: 43.541 suara (3 kursi DPRD)
      • PBB: 3.696 suara (tidak mendapatkan kursi)
    • Total Dukungan: 138.283 suara dengan 11 kursi DPRD, atau 24% dari total kursi legislatif daerah. 
  1. Dian Rahmat – Tuti Andriani SH
    • Partai Pengusung: Koalisi besar termasuk PKS, Golkar, Gerindra, NasDem serta partai non-parlemen seperti PSI, Buruh, Ummat, dan Hanura.
    • Perolehan Suara:
      • PKS: 81.490 suara (7 kursi DPRD)
      • Golkar: 77.795 suara (7 kursi DPRD)
      • Gerindra: 87.387 suara (6 kursi DPRD)
      • NasDem: 40.749 suara (3 kursi DPRD)
      • Partai Non-Parlemen: Buruh (3.322 suara), PSI (1.579 suara), Ummat (1.314 suara), Hanura (445 suara)
    • Total Dukungan: 294.081 suara dengan 23 kursi DPRD, atau 46% dari total kursi legislatif daerah.
  1. M Ridho Suganda – H Kamdan SE
    • Partai Pengusung: PDIP, PPP, dan Demokrat, serta dukungan dari Gelora, Perindo, dan PKN dari partai non-parlemen.
    • Perolehan Suara:
      • PDIP: 124.614 suara (9 kursi DPRD)
      • PPP: 36.887 suara (4 kursi DPRD)
      • Demokrat: 34.130 suara (3 kursi DPRD)
      • Partai Non-Parlemen: Gelora (7.563 suara), Perindo (1.850 suara), PKN (1.309 suara)
    • Total Dukungan: 206.353 suara dengan 16 kursi DPRD, atau 32% dari total kursi legislatif daerah.

Dengan kekuatan partai pengusung yang berbeda-beda, ketiga pasangan calon ini siap berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Kuningan yang akan datang. Persaingan yang ketat menunjukkan betapa dinamisnya kontestasi politik di daerah Kabupaten Kuningan. (KN-9)

HOT NEWS

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Eksis di Kuningan, Pengurus DPD Laskar Gibran Gelar Rapat Internal, Bahas Penguatan Struktur Organisasi

Kuningan News - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Gibran Kabupaten Kuningan menggelar rapat internal pada Selasa (7/4/2026) kemarin. Rapat digelar di kediaman pengurus DPW Laskar Gibran, Sangga Maulana Ilham, tepatnya di Desa Karangmangu Kecamatan Kramatmulya. Ketua Hery DPW LG Jabar memberikan mandat melalui Sangga Maulana Ilham, kepada Afif Saepul Milah untuk diamanahi sebagai Ketua DPD Laskar Gibran Kabupaten Kuningan. Ia ditarget untuk bisa menunjukkan “jejak” di 100 hari kerja. Sementara, DPW Jabar Bidang Media dan Informasi Komunikasi Publik Sangga Maulana Ilham menyatakan pembentukan struktural DPD Laskar Gibran Kuningan untuk mengawal program Prabowo Gibran sampai daerah. “Intinya mengawal kebijakan pemerintah Kabupaten Kuningan dan memperkuat jaringan sampai tingkat desa,” ucapnya “Total 27 anggota DPD dilantik, mungkin akan bertambah lagi, kita ada pembina dan pelindung calon yang sudah kita siapkan tapi kita belum bisa mengeluarkan nama untuk pembina dan pelindung. ...

Sejarah Purwawinangun dan Peran Syekh Maulana Akbar

  Kuningan News -  Kelurahan Purwawinangun terletak di   pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan atau Jantung Kota Kuningan, karena itu Sejarah berdirinya Purwawinangun tidak lepas dari Sejarah Kota Kuningan. Ada seorang ulama yang Bernama Syekh Maulana Akbar yang melakukan perjalanan ke Pasembangan yang meneruskan perjalanan mengembangkan Agama Islam serta pernah singgah sebentar ketempat yang disebut Bumi Haji di daerah Luragung.  Beliau meneruskan perjalanannya hingga sampai ke daerah sekitar Kota Kuningan pada waktu itu dikenal dengan “Kejene” yang artinya Kuning dan penduduknya menganut agama Hindu (Agama Sanghiang). Pemerintahan Kajene yang terletak di Blok Sidapurna Desa Purwawinangun yang disebut Sidapurna artinya “Jadi Sempurna” oleh Syekh Maulana Akbar. Beliau menetap disana dan berhasil menjalin hubungan baik dengan pemerintahan Kajene dan mendirikan Pesantren di Sidapurna. Syekh Maulana Akbar menikah dengan seorang putri dari tokoh penting di lingkungan t...

Perbedaan Teologi dan Fiqih antara Syiah dan Sunni

Pendahuluan Perbedaan teologis dan fiqih antara Syiah dan Sunni bukan sekadar perbedaan ritualistik, melainkan hasil sejarah panjang pembentukan otoritas keagamaan : Syiah dan Sunni, dinamika politik pasca wafatnya Rasulullah, perkembangan metodologi hukum dan dalam konteks modern, serta implikasi geopolitik global.  Memahami perbedaan ini secara utuh sangat penting, bukan hanya untuk memahami interaksi intra-umat, tetapi juga untuk membaca arah geopolitik dunia Islam dalam isu-isu mendesak seperti Palestina, hegemoni regional, dan konflik global.¹ 1. Fondasi Epistemologis: Imamah vs. Syura Syiah Imamiyah menempatkan imamah sebagai bagian inti akidah dan kelanjutan dari misi kenabian. Imamah bukan sekadar jabatan politik, melainkan “otoritas ilahiah” yang diyakini ma‘shum dan menjadi hujjah atas umat.  Al-Kulaini dalam al-Kāfi menegaskan bahwa perkataan Imam adalah hujjah sebagaimana perkataan Rasulullah.² Sunni, sebaliknya, memandang kepemimpinan sebagai wilayah ijtihad manus...

Baliho Marak saat Rakyat Susah, Simpati atau Antipati?

Kuningan News – Maraknya pemasangan baliho yang beraroma politik belakangan ini menuai kontroversi. Kendati tidak melanggar aturan, perhelatan politik masih sangat jauh (dijadwalkan 2024) juga pada saat rakyat terengah-engah dan menjerit karena wabah pandemi yang berkepanjangan.   “Tentunya sangat menyakiti perasaan rakyat. Padahal masih banyak rakyat yang sangat membutuhkan kepedulian dan uluran tangan dari mereka yang berstatus tokoh politik,” kata Ketua F-Tekkad, Soejarwo.   Pemasangan baliho yang dipastikan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit itu saat rakyat kebanyakan dalam kondisi susah, dikhawatirkan akan menjadi action yang kontraproduktif. Artinya dengan pemasangan baliho tersebut dengan tujuan meraup simpati dari masyarakat, hasil yang didapat malah sebaliknya, yakni sikap antipati dari rakyat.   Padahal untuk mendapat simpati dari rakyat, masih ada action yang lebih produktif dari sekedar melakukan pemborosan dengan pemasangan baliho. Jika anggaran ...

Banyak Ternak Jadi Korban Hewan Buas, Bantuan 95 Ekor Kambing Ini Bikin Warga Hantara Bisa Senyum Lagi

Potret bantuan ternak di Kecamatan Hantara. Kuningan News - Warga Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, menyambut gembira bantuan 95 ekor kambing yang disalurkan untuk mengganti kerugian akibat serangan hewan buas yang marak terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Camat Hantara, Rio Cahyadi MPd, didampingi Kasi PPM Hantara, Iman Akomayudin mengungkapkan, seluruh bantuan tersebut disebar ke empat desa terdampak, yakni Desa Tundagan 39 ekor, Desa Cikondang 25 ekor, Desa Hantara 22 ekor dan Desa Kapasan Girang 9 ekor. “Pembagiannya disesuaikan dengan jumlah kerugian masing-masing korban. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan terbaik ini. Semoga bisa sedikit mengganti kerugian warga dan memulihkan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Rabu (8/9/2025). Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas perhatian dan respon cepat terhadap kondisi warga Hantara. Sementara itu, Raksabumi Tundagan Lukas Andriana, menyebut bantuan ini menjad...

Dari Pabrik ke Panggung DMD, Ricky Riantika, Pemuda Asal Cipetir yang Gigih Kejar Mimpi Jadi Bintang Dangdut

Kuningan News – Mimpi besar bisa lahir dari mana saja, termasuk dari sebuah desa keil di Kuningan. Itulah yang dibuktikan oleh Ricky Riantika, atau yang akrab disapa Iky (24). Pemuda asal Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, ini tengah mencuri perhatian lewat keberaniannya menembus ketatnya persaingan di dunia hiburan nasional. Nama Iky mungkin awalnya hanya dikenal di jagat TikTok melalui konten-konten cover lagu yang ia unggah secara konsisten. Namun, langkahnya tak berhenti di media sosial saja. Pada 28 Maret 2026 lalu, Ikyy memberanikan diri untuk tampil dalam ajang pencarian bakat bergengsi, DMD (Dangdut Mania Dadakan). Meski belum berhasil keluar sebagai juara, pengalaman tersebut menjadi tonggak sejarah penting dalam karier bermusiknya. “Iya alhamdulillah aktu tannggal 28 maret kemarin, ikut dmd ya walaupun tidak sampai jadi juara cuman aku ingin terus mendalami dan berkiprah lewat karya Aku di dunia seni musik ini,” tuturnya kala diwawancara Kamis (9/4/2026). Baginya, kegagalan...