Langsung ke konten utama

Acara Meuting Hima Akuntansi dengan Potret yang Berbeda



Kuningan News - Tepatnya pada tanggal 21 Maret 2021, Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Kuningan telah menyelenggarakan kegiatan Meet up Accounting atau biasa disebut Meuting dengan mengangkat tema yaitu “Together Build Creativity and Experience for Accounting Cultures“. Kegiatan Meuting ini berlangsung dari tanggal 19-21, Maret 2021 yang diikuti oleh 141 mahasiswa. Dan dibagi menjadi 10 kelompok sesuai dengan domisilinya.

Kegiatan Meuting ini bertujuan untuk menyambut dan menjalin silaturahmi antarmahasiswa khususnya untuk mahasiswa baru serta meningkatkan kreativitas mahasiswa di masa pandemic Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi yang ada. 

"Adapun pada kegiatan Meuting ini kami menyelenggarakannya dalam bentuk yang berbeda, pada periode sebelumnya kegiatan Meuting ini diselenggarakan seperti kegiatan camping," tutur Aneu Triana, Ketua Hima Akuntansi Uniku.

Bentuk kegiatan Meuting kali ini yaitu membuat sebuah Mini Project yang dilakukan perkelompok, dimana tiap kelompok akan dibimbing oleh 1 orang PK (Pembimbing Kelompok). Bentuk kegiatan tersebut tentunya telah menyesuaikan dengan keadaan saat ini yang masih dibatasi karena pandemi Covid-19.

Hari pertama dimulai dengan opening ceremony dan dilanjut pemaparan materi oleh Dr. Dadang Suhardi, S.E., M.M., dan Dani Ahmad Darojat, S.E. yaitu mengenai leadership, kemahasiswaan, dan sharing berbagai pengalaman terkait organisasi.

Hari kedua yaitu presentasi mini project dari tiap kelompoknya yang akan dinilai oleh 3 dewan juri. Hal tersebut dapat melatih public speaking mahasiswa akuntansi.

"Hari ketiga yaitu closing ceremony dan penyerahan hadiah kelompok terbaik dan video terhits," sebutnya.

Kegiatan Meuting ini telah berjalan dengan lancar dan sukses. Kami selaku panitia pelaksana kegiatan Meuting berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan tidak hanya stuck disini. Karena semakin banyak orang yang kesulitan mencari pekerjaan, maka dari itu kita harus menjadi job creator bukan job seeker.

"Mahasiswa Akuntansi harus menjadi mahasiswa yang unggul sesuai dengan Akreditasi Prodi Akuntansi sekarang yaitu telah terakreditasi A," seru Aneu. (KN-1)

HOT NEWS

Perbedaan Teologi dan Fiqih antara Syiah dan Sunni

Pendahuluan Perbedaan teologis dan fiqih antara Syiah dan Sunni bukan sekadar perbedaan ritualistik, melainkan hasil sejarah panjang pembentukan otoritas keagamaan : Syiah dan Sunni, dinamika politik pasca wafatnya Rasulullah, perkembangan metodologi hukum dan dalam konteks modern, serta implikasi geopolitik global.  Memahami perbedaan ini secara utuh sangat penting, bukan hanya untuk memahami interaksi intra-umat, tetapi juga untuk membaca arah geopolitik dunia Islam dalam isu-isu mendesak seperti Palestina, hegemoni regional, dan konflik global.¹ 1. Fondasi Epistemologis: Imamah vs. Syura Syiah Imamiyah menempatkan imamah sebagai bagian inti akidah dan kelanjutan dari misi kenabian. Imamah bukan sekadar jabatan politik, melainkan “otoritas ilahiah” yang diyakini ma‘shum dan menjadi hujjah atas umat.  Al-Kulaini dalam al-Kāfi menegaskan bahwa perkataan Imam adalah hujjah sebagaimana perkataan Rasulullah.² Sunni, sebaliknya, memandang kepemimpinan sebagai wilayah ijtihad manus...

Innalillahi! Warga Desa Purwasari Ditemukan meninggal di Sawah

Warga Desa Purwasari Ditemukan meninggal di Sawah Kuningan News   - Seorang pria berusia 60 tahun ditemukan meninggal dunia di area sawah Dusun Wage Desa Purwasari Kecamatan Garawangi pada Minggu (28/12/2025). Korban, yang diketahui bernama Dedi Rukandi, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada pagi hari. Penemuan jenazah Dedi oleh warga setempat mengejutkan masyarakat. Menurut keterangan dari pihak kepolisian yang melakukan identifikasi, Dedi merupakan warga Dusun Puhun, Desa Purwasari.  Salah satu aparat Desa Purwasari Sugandi yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan keadaan Dedi bukan disebabkan oleh tindakan kekerasan atau pembunuhan.  "Ini bukan termasuk kasus pembunuhan, melainkan akibat penyakit yang sudah diketahui oleh keluarga dan warga," jelas Sugandi. Dedi diduga mengalami serangan jantung dan beberapa penyakit bawaan yang menjadi penyebab kematiannya. Hal ini diperkuat dengan informasi Dedi telah menderita pen...

Waduh, Sejumlah Dapur MBG di Kuningan Pilih Berhenti Operasional, Ternyata Karena....

Dapur Program MBG. Kuningan News - Meski dikatakan MBG akan terus berjalan saat libur sekolah, beberapa SPPG alias dapur MBG, mengumumkan henti operasional sementara jelang akhir tahun 2025.  Hal ini ternyata terjadi serentak nasional, termasuk di Kabupaten Kuningan. Alasannya, karena tersendat pencairan dari pusat. Itulah penjelasan yang disampaikan Korwil MBG Kabupaten Kuningan Nissa Rahmi, Rabu (24/12/2025) kemarin. Ia megaku, fenomena ini terus dilakukan follow up karena pencairan itu persoalannya dari Pusat. "Terkait SPPG yang henti operasional memang sedang banyak terjadi, tidak di Kuningan saja. Hal ini sudah sedang follow up dari beberapa hari yang lalu karena pencairan ini memang dari pusat, setiap hari dilakukan update SPPG mana saja yang dananya belum cair Dikatakan Nissa Rahmi, ada setidaknya 7 dapur MBG yang masih menunggu pencairan. Berikut daftarnya: 1. SPPG Kuningan Pancalang Kahiyangan 2. SPPG Kuningan Darma Jagara 3. SPPG Kuningan Kadugede Tinggar 4. SPPG Kuninga...

Banjir Cirebon Gara-gara Ciremai Gundul? BTNGC Minta Lihat Penyebab Banjir Secara Komprehensif, Komitmen Terus Lakukan Penghijauan

Peningkatan luasan tutupan lahan. Kuningan News - Banjir yang menimpa sebagian wilayah Cirebon dan diasosiasikan limpahan dari Gunung Ciremai karena berada di hilir/bawah gunung, tidak diamini begitu saja oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC). Bahkan, tudingan BTNGC tidak kerja yang disampaikan salah satu tokoh Cisantana, dijawab TNGC dengan data-data. Kepala BTNGC Toni Anwar, melalui Humas Ady Sularso, menjelaskan bahwa sejak alih fungsi dari hutan produksi dan lindung menjadi kawasan konservasi (TN Gunung Ciremai tahun 2004) atas dorongan DPRD dan Pemda Kabupaten Kuningan serta Majalengka, telah dilakukan kegiatan rehabilitasi/pemulihan ekosistem. Pemulihan, kata pihak BTNGC, sudah dilakukan seluas 5.395,673 ha (periode 2009 s.d 2024) dengan jenis endemik seperti beringin, salam,puspa,jamuju,petag, dll dan  jenis MPTS  seperti duren, jengkol, nangka, petai, jambu, dll (maksimal 10% dari tanaman endemik) yang dapat memberikan manfaat bagi satwa liar dan juga manusi...

Sah! KDM Tetapkan Upah Minimum Kabupaten Kuningan Tahun 2026, Segini Besarannya

 Surat Keputusan UMK kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2026 Kuningan News  -  Gubernur Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Keputusan terkait Upah Minimum Kabupaten Kota (UMK) untuk tahun 2026 pada Rabu (24/12/2025). Dalam keputusan tersebut, Kabupaten Kuningan ditetapkan nominal UMK sebesar Rp 2.369.380 rupiah. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan Guruh Zulkarnaen menjelaskan UMK Kuningan lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Jawa Barat. “Kita saat ini lebih baik dari Pangandaran dan Banjar di posisi ke-27,” ungkapnya. Dua tahun kebelakang tahun 2024 gaji UMR Kuningan tercatat sebesar Rp 2.074.666 rupiah dan saat ini tahun 2025 gaji UMR Kuningan tercatat sebesar Rp 2.209.519 rupiah. Walaupun secara nominal ada penambahan dari tahun-tahun sebelumnya namun kenaikan ini hanya sekitar Rp 150.000 rupiah saja.  Inflasi dan kenaikan cost of living di Kuningan menjadi pertimbangan kenaikan besaran gaji UMK Kuningan dan kabupaten/kota lainnya di Ja...

Update Dugaan Keracunan di Pakembangan, Lebih dari 50 Warga Pulih, 1 Masih Dirawat

Kunjungan Dinkes, Puskesmas, Camat, TNI, Polisi ke warga Desa Pakembangan, Jumat (26/12/2025). Kuningan News - Lebih dari 50 warga yang diduga keracunan besek di Desa Pakembangan Kecamatan Garawangi pada Kamis (25/12/2025) kemarin, dilaporkan hampir seluruhnya pulih dan sudah kembali ke rumah. Setelah pada malam harinya sempat dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit, pagi ini, Jumat (26/12/2025) pagi, hanya 1 yang masih dirawat. Update kondisi itu terungkap saat kunjungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, bersama Polisi, TNI, Kecematan Garawangi dan Puskesmas, ke rumah Yadi, keluarga yang menggelar tahlilan ke-40 hari.  Dalam keterangan keluarga ke pihak Dinkes, dikatakan bahwa acara berlangsung sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Pasca acara, besek di bawa ke rumah masing-masing. Di sisi lain, pihak keluarga juga makan hidangan pasca kegiatan. Setelah itu, berselang 10-15 menitan, gejala dugaan keracunan juga dirasakan oleh keluarga, seperti mules dan muntah. Ternyata gejala itu di...

Rumah "One Piece" di Desa Mekarsari Kebakaran, Kerugian Capai Ratusan Juta

Kebakaran di Desa Mekarsari Kecamatan Cipicung, Sabtu (27/12/2025). Kuningan News - Salah satu rumah warga Desa Mekarsari Kecamatan Cipicung mengalami kebakaran hari ini, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.  Rumah bergambar logo bajak laut di anime One Piece itu, milik keluarga Warsiti yang beralamat di RT 4 RW 2. Kebakaran sendiri sontak saja membuat heboh warga setempat.  Pemadaman sempat dilakukan secara gotong royong oleh warga sebelum akhirnya benar-benar bisa padam oleh petugas Damkar Kuningan, dibantu personil TNI dan Polri.  Nampak hadir dalam pemadaman, Camat Cipicung Deni Hamdani, Bhabinkamtibmas Agus, Babinsa, aparat desa dan warga Mekarsari, serta menyusul anggota PLN.  Kepala Damkar Kuningan didampingi Camat, Polisi dan TNI. Saat kebakaran, keluarga Warsiti tengah tidak berada di rumah. Karenanya tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian yang ditanggung cukup besar, lebih dari 100 juta Lantaran, meski area kebakaran rumah sekit...