Kuningan News – Teka-teki mengenai siapa yang akan maju dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kuningan mendatang mulai memancing rasa penasaran publik. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Drs H Ujang Kosasih. Saat ditemui di sela-sela Musyawarah Cabang (Muscab) PKB di Hotel Grand Cordela pada Minggu (5/4/2026), ia memberikan jawaban diplomatis namun penuh optimisme terkait masa depan politiknya dan partai.
Sebagai kader yang dikenal militan dan berprestasi, Ujang menegaskan dirinya selalu siap menjalankan apa pun perintah dan tugas yang diberikan oleh DPP PKB. Baginya, tugas partai adalah prioritas utama. Saat ini, ia masih fokus menyelesaikan agenda-agenda penting organisasi, terutama dalam masa transisi menuju restrukturisasi kepengurusan baru yang akan memimpin PKB Kuningan periode 2026-2031.
“Ya pada prinsipnya sebagai kader partai sebagai militansi partai kita harus selalu siap. Apapun tugas dari DPP. PKB ini kan sampai dengan hari ini kita tidak dinyatakan demisioner. Kita masih menjadi pengurus DPC sampai dengan nanti dilantiknya pengurus yang baru. Kan begitu. Nah dalam masa waktu menuju pelantikan kepengurusan baru, kita masih punya agenda agenda yang cukup penting dalam perjalanan PKB Kabupaten Kuningan,” tuturnya.
Salah satu fokus utama yang sedang digarap adalah pembenahan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah. Ujang membeberkan bahwa saat ini PKB Kuningan telah memiliki 536 pengurus tingkat kecamatan (DPC) yang didominasi oleh anak muda. Luar biasanya, sekitar 60 persen dari total pengurus tersebut merupakan generasi Z yang telah mendapatkan pembekalan kaderisasi secara matang.
“kita ingin menuntaskan soal restrukturisasi yang kemarin kita baru selesai melaksanakan restrukturisasi sampai level DPC. Seluruh kita sudah tahu. 536 orang pengurus DPC dan 60 persennya itu adalah Gen Z atau generasi muda. Itu sudah kita berikan kaderisasi,” paparnya.
Selain penguatan struktur, tantangan besar yang dihadapi PKB adalah bagaimana mengubah perolehan suara menjadi kursi di parlemen. Ujang menyadari pada periode sebelumnya, perolehan suara PKB yang belum maksimal dikonversi menjadi kursi di DPRD. Ke depan, ia berkomitmen untuk lebih cerdik dan cermat dalam menghitung kekuatan di setiap daerah pemilihan (dapil).
“Pastilah kalau strategi itu rahasia perusahaan. Tapi paling tidak ikhtiar kita itu pasti akan melakukan perbaikan perbaikan terhadap ikhtiar yang telah kita lakukan. Salah dimana kelemahan kelemahan kita, kita akan sempurnakan. PKB Kuningan mestinya kan 91 ribu itu 9 kursi, tapi kenapa 8, Memang demikian. Apa ketentuan perhitungan suara yang ada di KPU, Nah kedepan kita harus lebih cermat lagi,” jelasnya.
Lalu, bagaimana dengan peluangnya maju sebagai calon Bupati? Perwakilan DPP PKB Kaisar menjawab dengan santai namun memberikan sinyal kuat. Menurutnya, jika PKB mampu memenangkan pemilu dan meraih kursi yang signifikan di Kuningan, maka peluang untuk mengusung calon bupati dari internal partai sangat terbuka lebar. Baginya, kemenangan partai adalah tiket utama menuju kursi eksekutif.
“Kalau PKB menang menang pemilu InsyaAllah kesana, Selama PKB memiliki kader yang pantas, kader internal yang layak, PKB akan diprioritaskan. Termasuk Pak Ujang,” pungkasnya. (KN-12)
