Langsung ke konten utama

Bupati dan Wabup Sibuk Susah Terima Tamu, Peran Humas Prokopim Harus Optimal Donk!


Kuningan News - Dalam dinamika Pemerintahan Daerah, Bupati dan Wakil Bupati memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan roda pemerintahannya, terlebih dalam mengambil langkah strategis dan mencari berbagai solusi tentang menormalisasikan kembali berbagai kondisi yang sedang dihadapi oleh Kabupaten Kuningan, terlebih dengan semangat Juang bersama dalam mewujudkan visi KUNINGAN MELESAT ini harus didukung disinkronkan oleh berbagai bagian yang ada di Lingkungan Pemerintah Daeraha Kabupaten Kuningan. Padatnya agenda kerja, mulai dari rapat koordinasi internal, kegiatan kedinasan eksternal, hingga kunjungan kerja ke berbagai daerah, seringkali membuat Bupati dan Wakil Bupati berada dalam situasi yang sangat sibuk. Kondisi ini terkadang menyebabkan keterbatasan waktu untuk memenuhi seluruh permintaan audiensi dari berbagai pihak, baik dari masyarakat, lembaga, organisasi, maupun stakeholder yang ingin bertemu.

Situasi ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri, bahkan terkadang muncul berbagai reaksi, gejokan serta kritikan dari berbagai elemen masyarakat yang merasakan secara langsung perihal susahnya untuk bertemu secara langsung dengan Bupati ataupun Wakil Bupati, walau secara administrasi sudah menempuh jalur formal dan terjadwalkan. Pertemuan audiensi seperti inilah menjadi sarana penting dalam melakukan proses komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat, serta dapat menjadi sarana untuk memberikan pemahaman serta langkah-langkah strategis yang sedang dilakukan dalam beberapa program untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang saat ini sedang terjadi. Dan tentunya, dengan adanya kondisi seperti ini, jangan sampai di berbagai lapisan masyarakat justru menilai dan berasumsi negatif bahkan mempengaruhi rasa kurang percayanya terhadap Pemerintah Daerah.

Pemerintah daerah harus cepat tanggap melakukan beberapa langkah antisipasi dan strategisnya untuk tetap menjembatani Pertemuan Audiensi, mendengarkan aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tetap menjalin komunikasi silaturahmi dengan masyarakat yang sudah terjadwalkan sehingga tidak munculnya rasa kekecewaan disaat permintaan untuk bertemu secara langsung dengan pimpinan belum dapat terpenuhi.

Beberapa langkah yang harus segera dilakukan dalam menghadapi situasi seperti ini diantaranya adalah melakukan optimalisasi peningkatan peran fungsi kehumasan di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.  Bagian inikan juga sebagai Humasnya Pemerintah Daerah, dan sebagai Juru bicara yang mewakili Pemerintah Daerah dalam menerima segala bentuk pertemuan audiensi yang sudah terjadwalkan dan disaat pertemuan tersebut justru belum dapat terpenuhi oleh Pimpinannya. 

Selanjutnya Pemerintah Daerah dapat mendelegasikan kepada Pejabat terkait seperti Sekda, Para Asisten Pemerintahan, Staf Ahli atapun Kepala OPD yang dibuatkan jadwal secara khusus untuk hadir menemui dan memiliki peran secara khusus sebagai pembantu Kepala Daerah dalam melaksanakan urusan pemerintah dan menjadi kewenangan daerah.

Dalam menghadapi situasi kondisi seperti ini, masyarakat pula dapat turut memahami bahwa keterbatasan waktu kepala daerah bukan berarti mengabaikan kebutuhan rakyat. Justru di tengah kesibukan luar biasa itu, kepala daerah yang tetap berusaha membuka ruang komunikasi adalah bukti komitmen mereka terhadap prinsip pemerintahan yang partisipatif.

Sebaliknya, bagi Kepala Daerah, menjaga ritme komunikasi langsung dengan masyarakat tetap menjadi kebutuhan esensial. Karena pada akhirnya, keberhasilan program dan kebijakan sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah hadir, mendengar, dan bertindak atas aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Menemukan keseimbangan antara tugas pemerintahan yang berat dan komitmen untuk tetap dekat dengan masyarakat adalah tantangan abadi yang harus terus dihadapi dengan inovasi, keterbukaan, dan kesungguhan hati.

Oleh : Muhammad Agung Diponegoro, S.I.Kom., M.I.Kom (Abdi Agung MC)

HOT NEWS

Dapat Banpem, TBM Hipapelnis Kuningan Gelar Pelatihan Wicara Publik

Kuningan News – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis Kuningan bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, menggelar Pelatihan Gelar Wicara Publik (Public Speaking) di ruang Perpustakaan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang, yang antusias untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Dalam acara tersebut, Widia Rindi Antika, seorang alumni UBHI, berhasil meraih penghargaan sebagai Peserta Terbaik. Sementara itu, Carmelita de Fatima Bobo, mahasiswi UBHI asal Timor Leste, meraih Juara ke-3 dan mendapatkan penghargaan khusus sebagai penerima manfaat kategori Penutur Bahasa Asing. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBHI dan menunjukkan kualitas mahasiswa yang siap bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Jaenal Mutakin, Ketua TBM Hipap...

Grand Opening Toko Emas Pantes Cabang ke-28 di Ciawigebang Banyak Dorprize Menarik!

  Kuningan News - Toko Emas Pantes resmi membuka cabang di Ciawigebang pada Sabtu (7/2/2026), cabang ini merupakan cabang ke-28 dari seluruh Indonesia dan cabang kedua di Kuningan. Bertempat di Jalan Siliwangi, Dusun Kliwon Nomor 83, Ciawigebang, pembukaan toko ini dapat menjadi pemenuh kebutuhan masyarakat Kuningan bagian timur dalam bertransaksi emas.    Marketing Communication Pantes Group Krishna Aji, mengungkapkan langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan layanan bagi pelanggan di Kuningan, khususnya di bagian timur.    “Kami melihat potensi besar di wilayah Ciawigebang. Dengan hadirnya Toko Emas Pantes di sini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal,” tuturnya.   Toko Emas Pantes menawarkan berbagai jenis transaksi jual beli emas, yang tentunya sangat menguntungkan bagi warga setempat.    “Emas bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga merupakan investasi yang aman. Kami ingin memberik...

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Sempat Minder, Ini Kisah Diana Agustiningsih Jadi Duta Siswa Kabupaten Kuningan

Duta Siswa Kabupaten Kuningan Diana Agustiningsih. (foto: dok. Diana) Kuningan News – Jadi Duta Siswa Kabupaten Kuningan Diana Agustiningsih seorang remaja berusia 17 tahun asal Desa Cigarugak, Kecamatan Ciawigebang. Menjadi sosok inspiratif bagi teman-teman disekitarnya. Sekolah di SMA Negeri 1 Ciawigebang, Diana aktif dalam organisasi sosial, terutama di bidang teater dan Paskibra. Selain keterlibatannya di sekolah Ia juga menunjukkan dedikasinya dalam organisasi luar sekolah sebagai Duta Siswa Kabupaten Kuningan. Tidak hanya berkutat dalam dunia akademis, tetapi juga peduli terhadap perkembangan dirinya dan lingkungan sekitar. Diana memiliki hobi berolahraga terutama gym dan saat ini sangat fokus pada kesehatan dan kebugaran. Perjalanannya dimulai ketika ia menghadapi masalah berat badan yang berlebihan. Di usia 16 tahun, berat badannya mencapai 75–76 kg, yang membuatnya merasa minder dan tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Dengan tekad yang kuat Diana memutuskan untuk mengubah po...

Sejarah Desa Bendungan, Dari Cantilan Hingga Desa Megah

Kuningan News -  Sebelum terbentuk menjadi desa, pada zaman dahulu Bendungan adalah nama sebuah cantilan atau “ kampung kecil yang terpencil yang jauh dari pusat pemerintahan desa”. Yang memberikan nama Bendungan itu sendiri adalah para petani dari wilayah Luragung yang membuat sebuah bendungan atau daam untuk membendung air di sungai Cisande dengan bureuyeung atau bronjong batu . Awal mula pemberian nama Bendungan kepada kampung ini adalah karena letaknya yang berdekatan dengan bendungan buatan orang orang Luragung tersebut, sehingga pada saat mereka akan menjaga air irigasi menuju bendungan yang ada kampung ini mereka berkata “kami akan ke bendungan”. Kampung Bendungan adalah kampung terpencil yang merupakan bagian dari Desa Lebaksiuh. K ampung ini awalnya adalah sebuah pemukiman kecil yang terletak di sebelah utara sungai Cisande , mereka membuat perkampungan di dekat sungai Cisande dengan tujuan untuk mendekati air sebagai sumber utama dalam kehidupan.  Pada awal be...

7 Kecamatan Terluas di Kabupaten Kuningan

  Kuningan News - Kabupaten Kuningan, yang terletak di provinsi Jawa Barat, dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Dengan total 32 kecamatan, Kabupaten Kuningan memiliki beragam karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Di antara kecamatan-kecamatan tersebut, beberapa di antaranya memiliki luas wilayah yang cukup signifikan. Luas wilayah suatu kecamatan berpengaruh pada pengelolaan sumber daya, pengembangan infrastruktur, serta layanan publik bagi masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kecamatan terluas di Kabupaten Kuningan dan dampaknya terhadap masyarakat. Luas wilayah setiap kecamatan mencerminkan keragaman geografi dan potensi yang ada. Kecamatan-kecamatan ini tidak hanya memiliki area yang luas, tetapi juga berbagai sumber daya alam dan budaya lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. Oleh karena itu, kecamatan-kecamatan ini memiliki peran penting dalam perekonomian daerah dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan luas yang lebih besar, mereka cende...

Berapa sih Penghasilan Tukang Parkir Minimarket?

Tukang parkir sedang mengatur kendaraan. (Foto: hipwee.com) Kuningan News - Berapa penghasilan tukang parkir di Kabupaten Kuningan? Untuk mengetahui hal tersebut reporter Kuningan News mewawancarai dua tukang parkir di salah satu gerai Alfamart. Tukang parkir tersebut meminta kepada reporter untuk tidak mencantumkan namanya, kita sebut saja Rudi dan Firman. Karena narasumbernya adalah tukang parkir di gerai Alfamart, artinya penghasilan tukang parkir yang dimaksud adalah tukang parkir di minimarket, bukan tukang parkir secara keseluruhan.  Dalam satu hari, Rudi mendapatkan penghasilan sekitar Rp60.000-Rp100.000 per hari, tergantung dari ramainya kendaraan yang berkunjung. "Paling sepi 60 ribu, kalo emang rame  bisa sampe  100 ribu," jelasnya, Selasa (9/8/2022). Dari penghasilan tersebut sebanyak Rp10.000-Rp15.000 disetorkan kepada organisasi yang mengatur perizinan tukang parkir. " Kalo siang dipotong 10 ribu, kalo malem  15 ribu. Soalnya lebih rame malem ," jela...