Langsung ke konten utama

Anak Stunting Capai 24% Tersebar di 24 Desa


Kuningan News, Bupati Kabupaten Kuningan H. Acep Purnama, S.H., M.H. membuka secara resmi kegiatan Pembukaan Sosialisasi Regulasi Penanggulangan Stunting di Kabupaten Kuningan, yang bertempat di Hotel Horison Tirta Sanita Sangkanurip, Rabu (05/08/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Hj. Susi Lusiyanti, MM., Kepala Puskesmas Kabupaten Kuningan, para camat, para kepala desa dari wilayah fokus intervensi stunting di Kabupaten Kuningan, dan para narasumber.

Tujuan dari kegiatan Sosialisasi Regulasi Penanggulangan Stunting di Kabupaten Kuningan ini adalah untuk menyamakan persepsi setiap SKPD, OPD, civitas akademika, dan para stakeholder di Kabupaten Kuningan dalam memahami aksi intervensi penanggulangan stunting, sehingga terbentuk komitmen dalam melakukan perencanaan, komunikasi, dan konsolidasi yang baik. Menurut Bupati Kuningan, penanggulan stunting merupakan tugas mulia untuk membentuk generasi penerus yang unggul dan berkualitas.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Republik Indonesia pada tanggal 3 Januari 2018, di Indonesia diketahui terdapat kasus stunting sebesar 30,8%, di Jawa Barat sebesar 30,1 %, dan untuk Kabupaten Kuningan sebesar 24%, yang tersebar di 24 desa di beberapa Kecamatan.

Kabupaten Kuningan menargetkan akan menurunkan angka stunting menjadi 20%. Berdasarkan data penimbangan ibu hamil, dari 7500 orang yang ditimbang, sebanyak 89% ibu hamil yang kurang gizi. Hal tersebut berdampak pada kandungan maupun janin yang dikandung, termasuk pada proses persalinan, dan pada saat bayi lahir kemungkinan akan terkena stunting.

Anak yang lahir stunting akan memiliki postur tubuh pendek, dengan kapasitas otak yang kurang. Masalah stunting akan menyebabkan penyakit serius apabila tidak ditangani dengan baik. Terdapat beberapa faktor penyebab masalah stunting, diantaranya pendidikan, kemiskinan, sosial budaya, serta penyebab tidak langsung seperti kesalahan penanganan, masalah ketahanan pangan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam sambutannya Bupati Kuningan menyampaikan, “stunting merupakan masalah nasional, sehingga perlu adanya komunikasi antara semua organisasi yang ada di desa untuk ikut serta dalam penanggulangan stunting. Pemerintah desa juga dapat mengalokasikan dana desa untuk kesehatan, termasuk penanggulangan stunting.” ungkapnya. (BID/IKP/DISKOMINFO)

HOT NEWS

Dapat Banpem, TBM Hipapelnis Kuningan Gelar Pelatihan Wicara Publik

Kuningan News – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis Kuningan bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, menggelar Pelatihan Gelar Wicara Publik (Public Speaking) di ruang Perpustakaan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang, yang antusias untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Dalam acara tersebut, Widia Rindi Antika, seorang alumni UBHI, berhasil meraih penghargaan sebagai Peserta Terbaik. Sementara itu, Carmelita de Fatima Bobo, mahasiswi UBHI asal Timor Leste, meraih Juara ke-3 dan mendapatkan penghargaan khusus sebagai penerima manfaat kategori Penutur Bahasa Asing. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBHI dan menunjukkan kualitas mahasiswa yang siap bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Jaenal Mutakin, Ketua TBM Hipap...

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Sejarah Desa Bendungan, Dari Cantilan Hingga Desa Megah

Kuningan News -  Sebelum terbentuk menjadi desa, pada zaman dahulu Bendungan adalah nama sebuah cantilan atau “ kampung kecil yang terpencil yang jauh dari pusat pemerintahan desa”. Yang memberikan nama Bendungan itu sendiri adalah para petani dari wilayah Luragung yang membuat sebuah bendungan atau daam untuk membendung air di sungai Cisande dengan bureuyeung atau bronjong batu . Awal mula pemberian nama Bendungan kepada kampung ini adalah karena letaknya yang berdekatan dengan bendungan buatan orang orang Luragung tersebut, sehingga pada saat mereka akan menjaga air irigasi menuju bendungan yang ada kampung ini mereka berkata “kami akan ke bendungan”. Kampung Bendungan adalah kampung terpencil yang merupakan bagian dari Desa Lebaksiuh. K ampung ini awalnya adalah sebuah pemukiman kecil yang terletak di sebelah utara sungai Cisande , mereka membuat perkampungan di dekat sungai Cisande dengan tujuan untuk mendekati air sebagai sumber utama dalam kehidupan.  Pada awal be...

Forum Kajian Kitab Kuning Belajar Ngebatik Ke Kuningan

  Kuningan News - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Kajian Kitab Kuning (FK 3) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon baru saja melakukan rihlah muamalah di Nisya Batik, salahsatu pengerajin dan pembuat batik terkenal daerah Kuningan. Kegiatan rihlah muamalah ini diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari para pengurus dan anggota UKM, Selasa (29/4/2025). Nisya Batik sendiri merupakan salah satu pembuat dan pengerajin batik terkenal di daerah Kuningan tepatnya di Desa Cilaja Kecamatan Kramatmulya yang sudah dirintis sejak tahun 2004. Nisya Batik sendiri buka mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB untuk hari Senin sampai Jum'at dan buka pada pukul 08.00 - 13. 00 WIB untuk hari Sabtu. Selain menjadi tempat pembuatan kain batik, Nisya batik juga menjual batik dalam produk jadi seperti baju batik kemeja, daster batik, sarung batik, dan lain sebagainya. Banyak produk yang telah dibuat dan diperjualbelikan baik secara langsung ataupun secara online. Jenis batik yang diproduksi ialah batik tulis, ba...

Grand Opening Toko Emas Pantes Cabang ke-28 di Ciawigebang Banyak Dorprize Menarik!

  Kuningan News - Toko Emas Pantes resmi membuka cabang di Ciawigebang pada Sabtu (7/2/2026), cabang ini merupakan cabang ke-28 dari seluruh Indonesia dan cabang kedua di Kuningan. Bertempat di Jalan Siliwangi, Dusun Kliwon Nomor 83, Ciawigebang, pembukaan toko ini dapat menjadi pemenuh kebutuhan masyarakat Kuningan bagian timur dalam bertransaksi emas.    Marketing Communication Pantes Group Krishna Aji, mengungkapkan langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan layanan bagi pelanggan di Kuningan, khususnya di bagian timur.    “Kami melihat potensi besar di wilayah Ciawigebang. Dengan hadirnya Toko Emas Pantes di sini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal,” tuturnya.   Toko Emas Pantes menawarkan berbagai jenis transaksi jual beli emas, yang tentunya sangat menguntungkan bagi warga setempat.    “Emas bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga merupakan investasi yang aman. Kami ingin memberik...

Inilah Safa Hafizhah, Miliki Segudang Prestasi Walaupun Masih Dini!

 Inilah Safa Hafizhah, Miliki Segudang Prestasi Walaupun Masih Dini! (foto: dok. safa ) Kuningan News - Miliki segudang prestasi, Safa Hafizhah yang kini masih berusia 14 tahun dan berasal di Jalan Veteran no 75 Kuningan. Ia banyak menunjukkan hobi yang berprestasi yang membawa dirinya menuju kejuaraan yang gemilang. Safa, yang merupakan siswa kelas 9 di SMPN 1 Kuningan, telah meraih berbagai kejuaraan dalam berbagai event perlombaan yang diikutinya. Safa Hafizhah memiliki segudang hobi yang mencerminkan bakat dan minatnya dan tak sedikit yang menjadi Juara. Ia sangat menyukai membaca puisi, teater, mendongeng, serta membaca sajak. Selain itu, Safa juga aktif dalam kegiatan fisik seperti lari, renang, dan mendaki gunung.  “Hobi-hobi ini bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga sebagai cara saya untuk mengekspresikan diri,” ungkapnya kala diwawancara kuningannews.com pada Jum’at (10/10/2025). Safa juga memiliki ketertarikan dalam bidang MC, biantara, dan voice over. Dengan...

Dari Pencuri Buku Menjadi Penjual Buku (3)

Heri Pahlawan, penjaga sekaligus pemilik toko buku Gehenna, Minggu (14/8/2022). (Foto: Tri Asep) Kuningan News - Heri Pahlawan, penjaga sekaligus pemilik Toko Buku Gehenna yang berlokasi di Jalan Dipati Ewangga No. 11 Kuningan, menceritakan kepada reporter Kuningan News  bahwa ketika sekolah dia sering mencuri buku teman-temannya demi membeli tiket konser musik rock. "Buku temen-temen saya curi, saya jual lagi, duitnya buat nonton konser rock," ungkap Heri, saat diwawancarai di tokonya pada Minggu (14/8/2022). Heri sangat mencintai musik rock , bahkan nama Gehenna sendiri diambil dari nama band rock  yang pernah dia dan teman-temannya bentuk saat SMA. "Masa-masa remaja, SMA, kan suka musik rock. Sama temen-temen bikin band tapi belum tau namanya apa. Kalo band rock kan gitu ya namanya, yang mengandung hantu, mengandung setan," jelasnya. Nama Gehenna memiliki arti yang menurut pengakuan Henri sendiri tidak baik, Gehenna artinya neraka. Dia dapatkan nama itu keti...