Langsung ke konten utama

Kasus Kambing Rp15 Miliar Diungkit



Kuningan News, Pada rapat paripurna virtual tentang PU (pandangan umum) fraksi-fraksi kaitan dengan RAPBD 2021, beberapa fraksi mengungkit kasus kambing. Program fasilitas kredit kepada peternak kambing yang sudah cair Rp15 miliar tersebut dianggap telah menyisakan masalah.

Dari beberapa fraksi yang mengungkit polemik ini, Gerindra Bintang yang paling keras. 

“Dengan konsep Off Taker kewajiban pelunasan kredit peternak termasuk resiko usaha ditanggung oleh koperasi peternak Indonesia Cita Berdikari (ICB). Hal ini menyisakan masalah kepada masyarakat penerima manfaat,” ungkap Jubir Fraksi Gerindra Bintang, Sri Laelasari.

Untuk itu fraksi tersebut meminta pemda agar proaktif hadir ditengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan carut marutnya permasalahan ini. Kemudian Perumda BPR atau Bank Kuningan diimbau untuk segera melakukan evaluasi terhadap pola pemberian kredit Off Taker dengan ICB.

“Dimana kedepan pemberian fasilitas kredit untuk peternak kambing menggunakan pola kredit mandiri yang sepenuhnya dikelola oleh peternak mandiri, tidak lagi menggunakan pola kemitraan dengan pihak manapun sebagai Off Taker yang menyisakan banyak permasalahan pada masyarakat penerima manfaat,” tandasnya.

Dana pinjaman sebesar 15 Miliar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, lanjut Sri, hendaknya oleh Bank Kuningan disalurkan pula pada para pelaku Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Kuningan.

Fraksi Gerindra Bintang menuntut kepada pihak Off Taker yang dalam hal ini adalah koperasi peternak ICB untuk ganti rugi pembuatan kandang, waktu dan tenaga para peternak kambing. Disamping itu pula Koperasi peternak ICB bertanggung jawab penuh atas permasalahan kredit macet para peternak. (derium)

HOT NEWS

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Dapat Banpem, TBM Hipapelnis Kuningan Gelar Pelatihan Wicara Publik

Kuningan News – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis Kuningan bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, menggelar Pelatihan Gelar Wicara Publik (Public Speaking) di ruang Perpustakaan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang, yang antusias untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Dalam acara tersebut, Widia Rindi Antika, seorang alumni UBHI, berhasil meraih penghargaan sebagai Peserta Terbaik. Sementara itu, Carmelita de Fatima Bobo, mahasiswi UBHI asal Timor Leste, meraih Juara ke-3 dan mendapatkan penghargaan khusus sebagai penerima manfaat kategori Penutur Bahasa Asing. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBHI dan menunjukkan kualitas mahasiswa yang siap bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Jaenal Mutakin, Ketua TBM Hipap...

Bangunan Bawah Tanah ‘Ali Action’ Disegel Satpol PP

  Kuningan News – Ali Action harus gigit jari. Pasalnya, bangunan baru yang direncanakan untuk pengembangan rumah makannya di Jalan Raya Cilowa, disegel Satpol PP. Penyegelan tersebut dilaksanakan petugas Kamis (11/2/2021) siang. Lokasinya berdempetan dengan sungai dan jembatan. Bahkan terdapat ruangan yang posisinya di bawah tanah atau di bawah jalan raya. Menurut Kasatpol PP Kuningan, Agus Basuki, banyak aturan yang diduga dilanggar. Setidaknya terdapat 3 perda yang diduga dilanggar oleh Ali Action. Diantaranya Perda 19/2022 tentang ketentuan garis sempadan sungai sumber air dan saluran irigasi. “Pada pasal 13 ayat 1 huruf b menyebutkan, daerah sempadan dilarang mendirikan bangunan semi permanen dan permanen untuk hunian dan tempat usaha,” terang Agus. Perda 13/2007 tentang irigasi pun diduga dilanggar oleh bangunan tersebut. Pada pasal 52 huruf c, setiap orang atau badan dilarang mendirikan bangunan dalam garis sempadan jaringan irigasi atau menggunakan untuk kepentinga...

Berdiri 22 Tahun, Toko Gehenna Awalnya Melapak Buku Bekas di Sekitaran Plaza (1)

Toko Buku Gehenna di Jalan Dipati Ewangga No. 11 Kebumen-Kuningan, Sabtu (13/8/2022). (Foto: Tri Asep) Kuningan News  - Pada awalnya Gehenna menjual buku bekas dengan melapak di sekitaran plaza Kuningan (sekarang Taman Kota). Setahun kemudian, Gehenna pindah ke ruko yang berada di Jalan Dipati Ewangga. "Awalnya ngelapak, jual buku-buku bekas. 2001 pindah ke sini, nyewa ruko," jelas Maya. Gehenna mengalami perkembangan yang pesat sampai tahun-tahun berikutnya menyewa dua ruko tambahan. "2002 nambah lagi ruko, 2003 nambah satu lagi," kata Maya. Maya menjelaskan toko buku ini adalah satu-satunya toko buku yang khusus menjual buku di Kuningan. Memang ada juga toko buku lain seperti Aksara dan Dua-Dua, tetapi keduanya selain menjual buku juga menjual ATK (Alat Tulis Kantor). "Selain ini itu Aksara sama Dua-Dua. Tapi itu selain jual buku, jual alat tulis juga," jelasnya. Dari pengamatan reporter Kuningan News , koleksi buku di Gehenna juga lebih lengkap, karena ...

Mengenal Desa Galaherang: Jejak Sejarah, Keindahan Alam, dan Kuliner Khas yang Menggoda

Kuningan News -  Desa Galahaerang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah hukum Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan, awalnya merupakan suatu daerah yang merupakan pembukaan lahan oleh para pejuang Mataram yang berekspansi ke wilayah tersebut (Galaherang). Mereka mendirikan sebuah tempat pemukiman. Beberapa nama para pejuang yang dikenal bernama Syekh Jamaludin Malik. Ia mempunyai dua orang putra bernama Mbah Buyut Arsanudin dan Mbah Buyut Arsanata. Kedua orang inilah yang menjadi sosok dalam kisah cikal bakal terbentuknya nama Galaherang. Konon katanya, pada waktu itu Mbah Buyut Arsanata menancapkan sebuah tongkat dengan cara berjalan, tongkat itu dimaksud untuk mencari sumber mata air yang sekarang disebut sungai Cigalaherang. Desa Galaherang memiliki luas wilayah ±32 km², berada diketinggian 1000-1500 Mdpl dengan iklim tropis. Secara administratif terdiri dari 6 Rukun Warga dan 11 Rukun Tetangga yang dibagi dalam 6 Dusun. Desa ini memiliki popul...

Aksi Nekad, Buang Sampah, Suara Rakyat Tak Didengar

Kuningan News – Seorang warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Kuningan, mengamuk dan membuang sampah di depan kantor Bupati Kuningan pada Sabtu (28/9/2024). Aksi tersebut terekam oleh kamera amatir. Warga yang menggunakan motor roda tiga dengan bak belakang berisi sampah itu melemparkan isinya ke area depan kantor Bupati. Dikenal sebagai Atang, ia merasa frustrasi terhadap pengelolaan sampah di wilayahnya, dan memilih cara protes tersebut untuk menyampaikan ketidakpuasannya. Di lokasi kejadian, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendekati Atang dan berusaha menenangkannya. “Kalau tidak mampu mengelola sampah, berhentilah! Desa saya dirusak oleh sampah dari orang lain. Cipari bukan tempat pembuangan sampah!” teriak Atang sambil melemparkan buntelan sampah. Dalam rekaman tersebut, Atang menjelaskan kepada Satpol PP bahwa aksinya bukan tanpa alasan. Ia menegaskan telah mencoba berkomunikasi dengan pihak terkait sebelumnya, namun tak mendapat tanggapan yang memadai. Sementara itu,...

Kolaborasi bank bjb dan Bank Kuningan Perkuat Perencanaan Dana Pensiun Pegawai

  bank bjb berkolaborasi dengan Bank Kuningan dalam upaya memperkuat perencanaan dana pensiun pegawai. (dok bank bjb) K uningan News -   Pensiun nyaman merupakan impian hampir setiap orang yang bekerja. Masa pensiun sering dipandang sebagai fase kehidupan yang ideal untuk menikmati hasil kerja keras selama puluhan tahun. Namun, kenyamanan tersebut tidak datang dengan sendirinya, melainkan memerlukan persiapan keuangan yang matang sejak dini. Tanpa perencanaan yang baik, banyak pekerja berpotensi mengalami penurunan kesejahteraan setelah berhenti bekerja. Oleh karena itu, keberadaan program dana pensiun menjadi solusi yang semakin relevan bagi para pekerja di berbagai sektor. Sebagai bank pembangunan daerah yang memberikan solusi keuangan bagi masyarakat, bank bjb terus memperluas akses layanan produk dana pensiun melalui berbagai kerja sama strategis dengan berbagai institusi. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pemanfaatan program ...