Langsung ke konten utama

Postingan

Perbedaan Teologi dan Fiqih antara Syiah dan Sunni

Pendahuluan Perbedaan teologis dan fiqih antara Syiah dan Sunni bukan sekadar perbedaan ritualistik, melainkan hasil sejarah panjang pembentukan otoritas keagamaan : Syiah dan Sunni, dinamika politik pasca wafatnya Rasulullah, perkembangan metodologi hukum dan dalam konteks modern, serta implikasi geopolitik global.  Memahami perbedaan ini secara utuh sangat penting, bukan hanya untuk memahami interaksi intra-umat, tetapi juga untuk membaca arah geopolitik dunia Islam dalam isu-isu mendesak seperti Palestina, hegemoni regional, dan konflik global.¹ 1. Fondasi Epistemologis: Imamah vs. Syura Syiah Imamiyah menempatkan imamah sebagai bagian inti akidah dan kelanjutan dari misi kenabian. Imamah bukan sekadar jabatan politik, melainkan “otoritas ilahiah” yang diyakini ma‘shum dan menjadi hujjah atas umat.  Al-Kulaini dalam al-Kāfi menegaskan bahwa perkataan Imam adalah hujjah sebagaimana perkataan Rasulullah.² Sunni, sebaliknya, memandang kepemimpinan sebagai wilayah ijtihad manus...

Ketegasan Polemik Alih Fungsi Lahan Masih Tersendat RTRW, Harus Tunggu Dari Provinsi

H Udin Kusnaedi. Kuningan News – Polemik alih fungsi lahan di Kuningan terpaku pada salah satu regulasi yang sampai saat ini belum di sahkan yaitu RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang). Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kuningan, H. Udin Kusnaedi mengungkapkan saat ini Kabupaten Kuningan masih menunggu pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari pemerintah provinsi.  Dalam wawancaranya beberapa waktu kebelakang H. Udin menjelaskan pentingnya RTRW bagi pengembangan daerah. Ia menyatakan proses RTRW ini sangat krusial, terutama untuk zonasi wilayah peruntukan yang akan ditetapkan oleh pemerintah daerah.  “Terkait RTRW kami dari Partai Amanat Nasional Kabupaten Kuningan beberapa tahun yang lalu itu juga mengusulkan agar RTRW dan RDTR itu disahkan,” tandasnya. Menurutnya pengesahan RTRW di Kuningan tidak bisa dilakukan secara terpisah dari RTRW dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang ditetapkan oleh provinsi. Hingga kini Pemerintah...

Getir.. Pemilik Rumah Ceritakan Kronologi Kediamannya Hangus Dilahap si Jago Merah; Kebakaran di Desa Mekarsari

Pemilik rumah terbakar di Desa Mekarsari Kecamatan Cipicung. Kuningan News - Dengan ekspresi yang biasa, tak meneteskan air mata, mungkin sebenarnya tengah menguatkan diri, Wasriti, pemilik rumah di Desa Mekarsari Kecamatan Cipicung, bercerita awal mula ia tahu rumahnya mengalami kebakaran hebat, hingga barang di dalamnya ludes, Sabtu (27/12/2025) siang tadi. Saat evakuasi pasca pemadaman, ia bahkan sesekali membantu melakukan pemindahan material dari dalam rumah. Tidak menjerit, tidak juga terlihat lemah lunglai, nampaknya ia sudah memasrahkan diri pada yang kuasa, sembari yakin ada gantinya. Tidak kecil, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 146 jutaan lebih. " Ke ge kagentosan (Nanti juga keganti harta terbakar)," kata Wasriti, saat diwawancara sekilas di rumah tetangganya, pasca pemadaman. Dikatakannya, saat kejadian itu rumahnya tengah kosong. Hal yang nampaknya masih bisa ia syukuri dari kejadian tersebut. Warsiti sendiri tengah membantu memasak di rumah tetan...

Bakal Berlaga ASEAN Para Games 2026 di Thailand, 3 Atlet Kuningan Dikunjungi Bunda Ela Saat Pelatnas, Beri Pesan Menyentuh.....

Bunda Ela mengunjungi atlet Kuningan di Pelatnas. Kuningan News - Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, bertolak ke Kota Solo untuk mengunjungi atlet asal Kabupaten Kuningan yang mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan tengah mempersiapkan diri menghadapi ASEAN Para Games 2026 di Thailand, Jumat (26/12/2025) . Dalam kunjungan itu, Bunda Ela, sapaan akrabnya, menyapa langsung atlet disabilitas Kuningan dari tiga cabang olahraga, yakni atletik, angkat berat, dan bulu tangkis bagian dari kontingen Indonesia. Ia menyampaikan pesan motivasi agar mereka tetap percaya diri dan fokus menjalani proses latihan. “Kalian bukan atlet biasa. Kalian adalah simbol perjuangan, ketekunan, dan harapan. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk mengharumkan nama bangsa,” ujarnya. Ia menuturkan, perjuangan atlet disabilitas tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. “Bertandinglah deng...

Ancaman Bencana Ciremai, Yoga Minta TNGC dan Pemdes di Sekitar Lereng Gunung Turun ke Titik Rawan!

Yoga Sunandar. Kuningan News - Mahasiswa asal Cisantana, yang juga pemerhati kebijakan publik, Yoga Sunandar, melontarkan kritik pedas terhadap pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan lambannya respons Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menghadapi ancaman bencana.  Ia menilai, Kuningan sudah terlalu lama berada di zona nyaman sehingga kehilangan sensitivitas terhadap krisis lingkungan. “Kuningan ini sudah lama merasa aman. Padahal TNGC seharusnya jadi benteng lingkungan. Kalau pengelolaannya lemah, dampaknya ke mana-mana,” ujar Yoga, Sabtu (27/12/2025). Secara khusus, Yoga menyoroti fenomena diamnya lembaga-lembaga daerah, sampai ke tingkat desa, yang dianggapnya tidak peka saat intensitas hujan meningkat. Ia menuding aparat yang seharusnya melakukan pengawasan lapangan, namun ada yang justru terkesan pasif. “Kita pertanyakan kerja lembaga daerah desa ini. Di saat musim hujan begini, apakah kerja mereka hanya duduk diam di kantor sambil scroll TikTok saja? Jangan samp...

Mengawal Ciremai dari Batas Kewenangan yang Nyata

Dadan Satyavadin,  pemerhati kebijakan . Kuningan - Perdebatan mengenai masa depan Gunung Ciremai sering kali terseret terlalu jauh ke kritik kebijakan pusat. Kritik tersebut sah dalam kerangka struktural, namun kurang efektif bila tidak dibarengi dengan pengawalan serius pada ruang kebijakan yang justru paling dekat dengan dampak ekologis: wilayah penyangga. Secara hukum, kawasan Taman Nasional memang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Namun, realitas ekologis Ciremai tidak berhenti di pal batas taman nasional. Tekanan terbesar justru datang dari luar kawasan inti: alih fungsi lahan, tata ruang desa yang longgar, pengelolaan air yang tidak terintegrasi, serta aktivitas ekonomi di lereng yang berada dalam lingkup kewenangan pemerintah daerah. Di sinilah peran pemerintah daerah menjadi krusial. Bukan untuk mengambil alih kewenangan pusat, tetapi untuk memastikan bahwa zona penyangga benar-benar berfungsi sebagai penyangga, bukan sebagai titik awal degradasi. Perda tata ru...

"Masih Ada Sekitar 600 WNI yang Terdampar di Kamboja...."

Pendampingan memulangkan korban TPPO. Kuningan News - Pasca 9 Warga Negara Indonesia (WNI) korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pulang dari Kamboja termasuk yang dari Maleber, Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) mengiucap terima kasih sebesar-besarnya pada kepolisian.  Hal itu disampaikan langsung pentolan MPK, Yusuf Dandi Asih, yang selama 21 hari ke belakang, terus memperjuangkan kepulangan warga Kuningan yang viral di medsos mengaku terjebak di Kamboja. "Alhamdulillah..  9 Korban TPPO telah berhasil diselamatkan Desk Ketenagakerjaan DirTipidter Bareskrim Mabes Polri," ucapnya, Sabtu (27/12/2025). Para korban, kata Yusuf, sampai di Indonesia pukul 19.42 WIB menumpangi pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 475, pesawat sempat dellaay 1 jam dari jadwal yang ditentukan. "DirTipidter akan terus mengungkap dan mengejar para agen dugaan TPPO Kamboja, karena diduga masih ada sekitar 600 orangan WNI yang terdampar di Kamboja. 9 korban TPPO yang kali ini dis...

“Tolong Jaga Atletnya, Jangan Sampai Setelah Dibina dengan Baik, Justru Pindah saat Porprov,”

Rakerkab KONI Kabupaten Kuningan tahun 2025. Kuningan News - Pesan tegas untuk menjaga atlet jelang Porprov disampaikan Ketua Harian KONI Jabar, Brigjen TNI (Purn) Dr. Arief Prayitno, S.I.P, SH, M. Hum, di momen Rakerkab KONI Kabupaten Kuningan, Sabtu (27/12/2025). Mulanya ia menegaskan, Rakerkab merupakan kewajiban organisasi sesuai AD/ART yang harus dimanfaatkan untuk membaca capaian dan tantangan pembinaan olahraga di daerah. “Rakerkab bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang evaluasi dan perencanaan agar pembinaan olahraga berjalan terarah,” ujarnya. Terkait persiapan Porprov, KONI Jabar mengingatkan pentingnya penetapan target prestasi yang realistis di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Namun, keterbatasan tersebut diharapkan tidak mengurangi semangat dan profesionalisme pembinaan. KONI Jabar juga menaruh perhatian pada perlindungan atlet unggulan daerah agar tidak berpindah menjelang Porprov. “Tolong jaga atletnya. Jangan sampai setelah dibina dengan baik, justru pindah saat ...

Rumah "One Piece" di Desa Mekarsari Kebakaran, Kerugian Capai Ratusan Juta

Kebakaran di Desa Mekarsari Kecamatan Cipicung, Sabtu (27/12/2025). Kuningan News - Salah satu rumah warga Desa Mekarsari Kecamatan Cipicung mengalami kebakaran hari ini, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.  Rumah bergambar logo bajak laut di anime One Piece itu, milik keluarga Warsiti yang beralamat di RT 4 RW 2. Kebakaran sendiri sontak saja membuat heboh warga setempat.  Pemadaman sempat dilakukan secara gotong royong oleh warga sebelum akhirnya benar-benar bisa padam oleh petugas Damkar Kuningan, dibantu personil TNI dan Polri.  Nampak hadir dalam pemadaman, Camat Cipicung Deni Hamdani, Bhabinkamtibmas Agus, Babinsa, aparat desa dan warga Mekarsari, serta menyusul anggota PLN.  Kepala Damkar Kuningan didampingi Camat, Polisi dan TNI. Saat kebakaran, keluarga Warsiti tengah tidak berada di rumah. Karenanya tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian yang ditanggung cukup besar, lebih dari 100 juta Lantaran, meski area kebakaran rumah sekit...

Susun Arah Pembinaan Olahraga, KONI Kuningan Gelar Rakerkab 2025

Rakerkab KONI Kabupaten Kuningan 2025. Kuningan News - Menyongsong agenda terdekan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kuningan menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Tahun 2025. Selain kebutuhan jelang Porprov, Rakerkab ini juga jadi ajang evaluasi organisasi dan menyusun arah pembinaan olahraga menjelang  Rakerkab KONI Kabupaten Kuningan sendiri digelar di D’Jons Pool Family Billiard & Cafe, Sabtu (27/12/2025) pagi ini. Kegiatan diikuti jajaran pengurus KONI, 36 cabang olahraga, serta organisasi badan fungsional seperti PERWOSI, BAPOR KORPRI, dan BAPOSI. Ketua Umum KONI Kabupaten Kuningan, H. Trias Andriana, mengatakan, penguatan sistem pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan menjadi fokus utama organisasi. Mengusung tema “Tingkatkan Pembinaan untuk Meraih Prestasi Olahraga Kabupaten Kuningan”, Rakerkab disebut sebagai penegasan visi KONI dalam membangun prestasi olahraga daerah yang ko...