Langsung ke konten utama

Wow…Dewan Minta Naik Gaji Hampir Rp50 Juta

 


Kuningan News – Meski gajinya sudah diatas 30 juta rupiah, anggota DPRD Kuningan sedang mengupayakan naik gaji. Nominalnya fantastis terutama dari tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi.

 Tunjangan perumahan misalnya, tahun lalu hanya sebesar Rp11 juta untuk anggota, Rp13 juta untuk wakil ketua dan Rp15 juta untuk ketua dewan. Tahun 2021 ini direvisi menjadi Rp13 juta untuk anggota, Rp16 juta untuk wakil ketua dan Rp10 juta untuk ketua dewan.

 Pada rapat beberapa hari lalu, badan anggaran dewan melaksanakan rapat. Didalamnya terdapat usulan untuk menaikan tunjangan perumahan Rp10 jutaan sekaligus. Untuk anggota jadi Rp23 juta, wakil ketua dan ketua dewan sebesar Rp26 juta.

 Bukan hanya pada item tunjangan perumahan, usulan kenaikan tersebut dilakukan pula pada item tunjangan transportasi. Dengan dasar hasil appraisal Unpas, pimpinan dewan meminta agar tunjangan transportasinya menjadi Rp23 juta tanpa kendaraan. Sedangkan anggota sebesar Rp14,5 juta.

 Dari data yang diperoleh kuningannews.com, besaran tunjangan transportasi sebelumnya berada diangka Rp9 juta untuk anggota. Sedangkan untuk pimpinan dewan, kendaraan plus BBM sebesar Rp12 juta.

 Tahun 2021, tunjangan untuk anggota menjadi Rp11 juta sedangkan pimpinan dewan sebesar Rp12 juta (kendaraan plus BBM).  Belakangan ini diusulkan untuk ditaikkan sehingga dapat diterapkan kedepannya.

 Menanggapi hal itu, sejumlah pengamat merasa prihatin. Seperti yang disampaikan Direktur Merah Putih Institute, Boy Sandi Kartanegara.

 “Saya hargai keinginan kawan-kawan DPRD untuk meminta kenaikan berbagai tunjangan yang biasa dinikmati setiap bulannya, cuma rasa-rasanya seperti kurang adil ya ketika kondisi daerah khususnya sedang menghadapi situasi seperti ini koq nuntut kenaikan,” kata Boy, Minggu (11/4/2021).

 Harus disadari bahwa semua sektor sedang terpukul akibat pandemic. Ia justru mempertanyakan kenapa tunjangan dewan minta naik ketika semua sedang turun. Boy memahami mungkin beban kerja DPRD kian hari kian berat. Hanya sekali lagi situasi dan kondisinya sangat tidak tepat.

 “Kalau ukuran kenaikan itu adalah kinerja, maka kita bisa evaluasi bersama bagaimana kinerja DPRD tahun lalu. Apakah sudah memuaskan karena semua produk-produknya bermanfaat besar bagi kesejahteraan rakyat yang diwakilinya? Ini kan hal-hal yang kemudian harus dijawab bersama,” ucapnya.

Dirinya berharap, tuntutan kenaikan tunjangan tak perlu dilanjutkan tahun ini. Boy meminta para wakil rakyat untuk bersabar. Justru seharusnya DPRD ikut mendorong percepatan kemandirian daerah dalam membiayai jalannya pemerintahan dan pembangunan.

 “Kalau sudah bisa mencapai 90%an, minta helikopter sekalipun, sudah masuk akal,” ketusnya.

 Senada dengan Boy, Ketua F-Tekkad, Soejarwo pun menyesalkan adanya tuntutan kenaikan tunjangan. Menurut pria yang akrab disapa mang Ewo itu, tuntutan tersebut dilakukan ketika Pemkab Kuningan tengah dilanda kesulitan keuangan dampak covid.

 “Yang lebih memprihatinkan niat anggota Lembaga Legislatif yang salah satu fungsinya terkait Anggaran hasrat untuk melambungkan kedua tunjangan tadi, muncul ketika Pemkab Kuningan tengah dilanda kesulitan keuangan dampak dari Covid-19 yang akhirnya melahirkan kebijakan refocusing anggaran pada seluruh SKPD,” tandasnya.

 Kebijakan refocusing, imbuh Jarwo, yang berada di kisaran 30-4 persen berdampak langsung terhadap hak-hak rakyat untuk menikmati hasil pembangunan secara optimal. Ketika banyak infrastruktur yang belum "tersentuh" perbaikan karena krisis anggaran, sungguh kurang elok jika Para Wakil Rakyat memaksakan diri untuk menaikan kedua anggaran tadi.

 “Keinginan untuk menaikan tunjangan perumahan dan transfortasi bagi anggota Legislatif Kab. Kuningan kendati diyakini tidak melanggar aturan, namun tidak mustahil akan memunculkan asumsi dari masyarakat bahwa mereka kurang "peka" terhadap situasi ekonomi yang saat ini sedang dalam kondisi kurang sehat,” tukasnya. (KN-1)

HOT NEWS

Dua Pabrik Sepatu Dapat Menyerap Belasan Ribu Tenaga Kerja

  Kuningan News – Dua pabrik sepatu berskala multinasional direncanakan bakal berdiri di Kabupaten Kuningan. Hal itu diamini Kepala DPUTR Kuningan I Putu Bagiasna MT. Ia mengamini, ada setidaknya 3 perusahaan besar yang melirik Kuningan sebagai pabrik, dimana dua diantaranya adalah pabrik sepatu, sementara satu adalah pabrik garmen. Putu Bagiasna, mulanya menjelaskan progress Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang saat ini tinggal menunggu Persub. Dalam draft Revisi RTRW itu, dimuat beberapa wilayah yang dicanangkan Pemkab Kuningan sebagai KPI (Kawasan Peruntukan Industri). Putu menjamin, KPI itu berada di lahan tidak produktif seperti Cidahu, Cimahi, serta sebagian Kecamatan Japara. “RTRW kami belum direvisi sejak 15 tahun lalu. Terakhir Perda 26 tahun 2011. Kami berharap,  tahun ini kita akan merevisi pekerjaan besar, RTRW 2026-2046,” kata Putu Kamis (25/9/2026). Di dalam revisi RTRW tersebut, sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat serta tingkat kebutu...

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Mengenal Desa Galaherang: Jejak Sejarah, Keindahan Alam, dan Kuliner Khas yang Menggoda

Kuningan News -  Desa Galahaerang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah hukum Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan, awalnya merupakan suatu daerah yang merupakan pembukaan lahan oleh para pejuang Mataram yang berekspansi ke wilayah tersebut (Galaherang). Mereka mendirikan sebuah tempat pemukiman. Beberapa nama para pejuang yang dikenal bernama Syekh Jamaludin Malik. Ia mempunyai dua orang putra bernama Mbah Buyut Arsanudin dan Mbah Buyut Arsanata. Kedua orang inilah yang menjadi sosok dalam kisah cikal bakal terbentuknya nama Galaherang. Konon katanya, pada waktu itu Mbah Buyut Arsanata menancapkan sebuah tongkat dengan cara berjalan, tongkat itu dimaksud untuk mencari sumber mata air yang sekarang disebut sungai Cigalaherang. Desa Galaherang memiliki luas wilayah ±32 km², berada diketinggian 1000-1500 Mdpl dengan iklim tropis. Secara administratif terdiri dari 6 Rukun Warga dan 11 Rukun Tetangga yang dibagi dalam 6 Dusun. Desa ini memiliki popul...

Islam Menciptakan Rasa Aman

  Asep Kamaludin SIP. Kuningan News - Dewasa ini rasa aman telah menjadi sesuatu yang sulit dicapai. Di banyak tempat terjadi kekacauan, kekerasan, teror, ketidak-adilan, ketimpangan yang kesemuanya mempengaruhi pikiran manusia, hingga berdampak pada ketidak-nyamanan dan ketidak-amanan. Padahal, setiap orang mendambakan kondisi dan suasana aman.  Rasa aman adalah salah satu kebutuhan dasar manusia, yang jika dikalkulasi lebih berharga daripada kesehatan. Seseorang yang sakit mungkin dapat tertidur, tetapi yang takut, dapat dipastikan tidak dapat tidur, mungkin hanya sekedar hilang kantuknya saja. Bagi yang sakit bisa merasa aman dan tidak merasakan penyakitnya, akan tetapi bagi yang tidak merasa aman, walaupun sehat, ia akan merasa terganggu hidupnya. Secara etimologi perkataan  aman  berasal dari bahasa Arab yang memiliki akar kata dan pengertian sama dengan  iman  dan  amanah . Tidak terlalu sulit menemukan ketiga kata tersebut dalam al-Qur’an. A...

PKB Kuningan Kian Terbuka, Mantan Aktivis hingga Tokoh Non-Muslim Ramai-Ramai “Log In”

Muscab PKB di Grand Cordela, Minggu (5/4/2026), (foto: muhammad ragil arraqiib) Kuningan News – Bursa kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan belakangan ini dimasuki kader mantar aktivis. Partai yang identik dengan basis nahdliyin tersebut kini semakin menunjukkan wajah barunya sebagai partai yang terbuka. Banyak mantan aktivis mahasiswa hingga tokoh muda dari berbagai latar belakang mulai menyatakan ketertarikannya untuk bergabung atau "log in" ke partai tersebut. Drs. H. Ujang Kosasih, Ketua PKB Kuningan, menyebut PKB saat ini adalah wadah bagi seluruh warga negara tanpa melihat latar belakang organisasi maupun agama. Fenomena menarik perhatian adalah bergabungnya sejumlah nama besar dari kalangan aktivis muda, seperti Sadam Husain. Ada anak muda dari kalangan Muhammadiyah, NU, hingga mantan aktivis dari organisasi mahasiswa seperti, PMII dan GMNI yang ikut merapat. “Alhamdulillah di Muscab kali ini dalam rangka menyusun struktur DPC ke depan 202...

Eksis di Kuningan, Pengurus DPD Laskar Gibran Gelar Rapat Internal, Bahas Penguatan Struktur Organisasi

Kuningan News - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Gibran Kabupaten Kuningan menggelar rapat internal pada Selasa (7/4/2026) kemarin. Rapat digelar di kediaman pengurus DPW Laskar Gibran, Sangga Maulana Ilham, tepatnya di Desa Karangmangu Kecamatan Kramatmulya. Ketua Hery DPW LG Jabar memberikan mandat melalui Sangga Maulana Ilham, kepada Afif Saepul Milah untuk diamanahi sebagai Ketua DPD Laskar Gibran Kabupaten Kuningan. Ia ditarget untuk bisa menunjukkan “jejak” di 100 hari kerja. Sementara, DPW Jabar Bidang Media dan Informasi Komunikasi Publik Sangga Maulana Ilham menyatakan pembentukan struktural DPD Laskar Gibran Kuningan untuk mengawal program Prabowo Gibran sampai daerah. “Intinya mengawal kebijakan pemerintah Kabupaten Kuningan dan memperkuat jaringan sampai tingkat desa,” ucapnya “Total 27 anggota DPD dilantik, mungkin akan bertambah lagi, kita ada pembina dan pelindung calon yang sudah kita siapkan tapi kita belum bisa mengeluarkan nama untuk pembina dan pelindung. ...

Kades Pajambon Blak-blakkan Soal Penyebab Longsor di Kawasan Cilengkrang

  Kuningan News - Peristiwa longsor yang terjadi pada Rabu (14/5/2025), diduga diakibatkan oleh adanya limpahan buangan air dari kawasan Arunika yang menyebabkan semakin terkikisnya tebing di wilayah pembuangan tersebut.   Hal itu diungkapkan Kepala Desa Pajambon, Dra. Nani Ariningsih, kala ditemui kuningannews.com, Jumat (16/5/2025). Ia mengatakan, insiden tersebut merupakan kali kedua yang terjadi di wilayah Lembah Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya. "Longsor kemarin merupakan akibat dari pembangunan yang dilakukan di sebelah selatan lembah, tepatnya di area proyek wisata Arunika dan ini merupakan yang kedua kalinya. Dulu terjadi pas bulan puasa," tutur Nani.  Dia mengakui, longsor yang kedua kalinya ini lebih parah ketimbang longsor pertama. Nani merasakannya setelah banyak pembangunan kawasan wisata. “Yang sekarang lebih parah dari yang pas bulan puasa. Padahal sebelum adanya banyak pembangunan kawasan wisata di atasnya tidak pernah ada kejadian l...