Langsung ke konten utama

Jangan Dipandang Sebelah Mata!!



Kuningan News, Keberadaan M Ridho Suganda (wakil bupati) di PDIP diminta agar jangan dipandang sebelah mata. Itu apabila sosoknya masih dibutuhkan oleh partai banteng tersebut.

“Kalaupun sosoknya masih dibutuhkan oleh partai alangkah eloknya jika keberadaanya tidak dipandang sebelah mata oleh partai dengan tidak dilibatkan dalam agenda partai,” ujar Ketua F-Tekkad, Soejarwo.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, sambungnya, Ridho alias Edo mengaku tidak diundang dalam rapat pengurus partai di hotel milik Ketua DPC PDIP Kuningan, H Acep Purnama.

Ia mempertanyakan apakah pemanggilan jajaran petinggi DPC PDIP terhadap Edo yang beragendakan "penyidangan" terhadap action yang dilakukannya, akan menjadi "happy ending" baik bagi Edo maupun partainya atau tidak.

“Apakah pula pernyataan "sejuk" yang dilontarkan Edo pasca disidangkan bukan sebuah keterpaksaan? Tentunya hanya internal partai dan Edo sendiri yang merasakannya,” kata pria yang akrab disapa mang Ewo tersebut.

Namun jika kedepan Edo masih menunjukan sikap yang kurang berkenan dan bisa diterima oleh jajaran partainya, tidak berlebihan jika akhirnya seorang Edo "dikeluarkan"  dari Parpol yang telah mengusungnya.

Sementara, Direktur Merah Putih Institute, Boy Sandi Kartanegara mengatakan, apa yang disampaikan oleh Edo, semoga meredakan tensi dinamika di tubuh internal partai maupun dipemerintahan.

Karena walau bagaimanapun, dinamika yang terjadi disitu, tetap akan berpengaruh kepada kelangsungan pemerintahan, kebingungan dikalangan internal aparatur dan berpotensi terhadap kinerja mereka dalam melayani masyarakat.

“Kita punya banyak contoh bahwa relasi antara bupati dengan wakilnya berjalan kurang harmonis, mudah-mudahan ini tak terjadi di Kabupaten Kuningan. Segenap komponen harus punya kesadaran dan kemauan yang sama untuk memajukan daerah, mewujudkan visi misi dan agenda-agenda besar pembangunan lainnya. Sekali lagi itu bisa diwujudkan dengan modal kebersamaan,” harap Boy.

Pernyataan Edo, diharapkan pula oleh pria berambut gondrong ini, bisa dipahami oleh segenap pengurus di internal partainya. Tinggal bagaimana mereka menerima itu dengan hati terbuka. Wabup ini mau dianggap beban atau asset, itu internal partai yang harus memutuskan.

“Kalau dianggap asset yaa dirawatlah baik-baik, tapi kalau dianggap beban yaa tinggal dipecat saja kan selesai masalahnya. Tak perlu persoalan-persoalan ini berlarut-larut karena tantangan pembangunan kompleksitasnya semakin berat, kalau tak padu mengatasinya akan sulit melaksanakannya,” pungkasnya. (derium)

HOT NEWS

Dapat Banpem, TBM Hipapelnis Kuningan Gelar Pelatihan Wicara Publik

Kuningan News – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Hipapelnis Kuningan bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, menggelar Pelatihan Gelar Wicara Publik (Public Speaking) di ruang Perpustakaan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang, yang antusias untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum. Dalam acara tersebut, Widia Rindi Antika, seorang alumni UBHI, berhasil meraih penghargaan sebagai Peserta Terbaik. Sementara itu, Carmelita de Fatima Bobo, mahasiswi UBHI asal Timor Leste, meraih Juara ke-3 dan mendapatkan penghargaan khusus sebagai penerima manfaat kategori Penutur Bahasa Asing. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UBHI dan menunjukkan kualitas mahasiswa yang siap bersaing di tingkat internasional. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Jaenal Mutakin, Ketua TBM Hipap...

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

7 Kecamatan Terluas di Kabupaten Kuningan

  Kuningan News - Kabupaten Kuningan, yang terletak di provinsi Jawa Barat, dikenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Dengan total 32 kecamatan, Kabupaten Kuningan memiliki beragam karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Di antara kecamatan-kecamatan tersebut, beberapa di antaranya memiliki luas wilayah yang cukup signifikan. Luas wilayah suatu kecamatan berpengaruh pada pengelolaan sumber daya, pengembangan infrastruktur, serta layanan publik bagi masyarakat. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kecamatan terluas di Kabupaten Kuningan dan dampaknya terhadap masyarakat. Luas wilayah setiap kecamatan mencerminkan keragaman geografi dan potensi yang ada. Kecamatan-kecamatan ini tidak hanya memiliki area yang luas, tetapi juga berbagai sumber daya alam dan budaya lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. Oleh karena itu, kecamatan-kecamatan ini memiliki peran penting dalam perekonomian daerah dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan luas yang lebih besar, mereka cende...

Isu Kenaikan Harga BBM 1 April, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Oleced Kuningan

Foto antrean pengendara di SPBU Oleced Kuningan, Selasa (31/3/2026), (foto: raqib) Kuningan News - Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Oleced mendadak ramai dipadati warga pada Selasa malam (31/3/2026). Ratusan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tampak mengular panjang demi mendapatkan bahan bakar. Pemandangan ini mulai terlihat mencolok sekitar pukul 19.00 WIB, di mana antrean kendaraan bahkan sampai meluber ke batas pintu masuk SPBU. Keriuhan ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikabarkan mulai berlaku pada 1 April pukul 00.00 WIB mendatang. Warga yang merasa cemas memilih untuk segera mengisi tangki kendaraan mereka hingga penuh sebelum pergantian hari, guna menyiasati selisih harga yang dianggap cukup besar. Salah seorang pengendara mobil, Nurrohmat mengaku sengaja datang ke SPBU setelah mendengar kabar mengenai kenaikan harga tersebut. Ia tidak ingin melewatkan kesempatan mengisi bahan bakar de...

Perbedaan Teologi dan Fiqih antara Syiah dan Sunni

Pendahuluan Perbedaan teologis dan fiqih antara Syiah dan Sunni bukan sekadar perbedaan ritualistik, melainkan hasil sejarah panjang pembentukan otoritas keagamaan : Syiah dan Sunni, dinamika politik pasca wafatnya Rasulullah, perkembangan metodologi hukum dan dalam konteks modern, serta implikasi geopolitik global.  Memahami perbedaan ini secara utuh sangat penting, bukan hanya untuk memahami interaksi intra-umat, tetapi juga untuk membaca arah geopolitik dunia Islam dalam isu-isu mendesak seperti Palestina, hegemoni regional, dan konflik global.¹ 1. Fondasi Epistemologis: Imamah vs. Syura Syiah Imamiyah menempatkan imamah sebagai bagian inti akidah dan kelanjutan dari misi kenabian. Imamah bukan sekadar jabatan politik, melainkan “otoritas ilahiah” yang diyakini ma‘shum dan menjadi hujjah atas umat.  Al-Kulaini dalam al-Kāfi menegaskan bahwa perkataan Imam adalah hujjah sebagaimana perkataan Rasulullah.² Sunni, sebaliknya, memandang kepemimpinan sebagai wilayah ijtihad manus...

Rumahnya Roboh, Bu Yuyun dan Pak Ugan Butuh Donasi

Keadaan rumah Bu Yuyun dan Pak Ugan ketika roboh. (dokumentasi) Kuningan News - Rumah Yuyun Yunengsih dan Ugan Suganda yang beralamat di Gang Pakuon RT 2/RW 6 Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan mengalami kerobohan sejak Desember tahun kemarin. Kerobohan terjadi karena air parit merembes ke dalam fondasi rumah saat terjadi hujan deras. Akibatnya bagian dapur dan kamar mandi rumah tersebut ambruk. "Jadi air dari (parit) sini ngerembes  ke fondasi rumah. Ya jadi semuanya ambruk," kata Pak Ugan, menjelaskan penyebab kerobohan rumah kepada reporter Kuningan News  saat dikunjungi, Rabu (10/8/2022). Saat rumahnya roboh, Bu Yuyun dan Pak Ugan sedang tidak berada di rumah. "Saya lagi di rumah sakit, ada saudara yang sakit. Si Bapak lagi yasinan ," jelas Bu Yuyun. Akibat tidak ada biaya, meskipun sudah roboh sejak Desember tahun kemarin, tetapi Rumah Bu Yuyun dan Pak Ugan baru diperbaiki seminggu yang lalu mengandalkan bantuan rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) Pemerint...

Resmi! Jalan Lingkar Timur Kuningan Kini Dinamai Jalan Eyang Kyai Hasan Maulani

Kuningan News - Ruas Jalan Baru Lingkar Timur Kuningan yang membentang dari Tugu Ikan Sampora hingga Tugu Sajati, kini resmi berganti nama jadi Jl Eyang Kyai Hasan Maulani. Penamaan anyar sekaligus rupabumi lokasi jalan itu, ditandai dengan acara ceremonial pada Rabu (30/4/2025) sore. Hadir dalam peresmian penggunaan nama anyar itu, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, Kapolres Kuningan AKBP M Ali Akbar, Ketua MUI KH Dodo Syarif, serta jajaran Forkopimda dan SKPD lainnya. Hadir juga keluarga besar turunan atau dzuriyah dari Eyang Kyai Hasan Maulani yang memadati sekitar Tugu Ikan Sampora. Bupati Dian, dalam sambutannya mengulas kisah perjuangan Eyang Kyai Hasan Maulani melawan penjajah. Ia berharap, dengan namanya disematkan di jalan nasional ini, tidak hanya penghargaan untuk tokoh sekaliber Eyang Kyai Hasan Maulani, tapi juga jadi pengingat bagi yang melintas jalan tersebut akan perjuangan Eyang Hasan. “Penamaan ini bukan sekadar memperjelas identitas wilayah, tetapi untuk ...