Langsung ke konten utama

Komunitas Kajian Trotoar Sambangi Pondok Pesantren Ini


Kuningan News
- Sejak adanya pemberitaan tentang santri yang terkena wabah Covid 19, dukungan moril terus mengalir kepada Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Mutawally. Salah satunya datang dari Komunitas Kajian Trotoar (KATRO) Chapter Kuningan, mereka bersilaturahmi langsung ke Pesantren Al-Mutawally pada Rabu (16/12) lalu.

Kunjungan silaturahmi Pengurus KATRO Chapter Kuningan didamping juga oleh Pengurus KAPPA (Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al-Mutawally) dan diterima langsung oleh Pendiri sekaligus Sesepuh Pondok Pesantren Al-Mutawally yakni Drs.KH. Nunung Abdullah Dunun.  

Perlu diketahui bahwa KATRO (Kajian Trotoar) merupakan sebuah komunitas yang mengadakan kegiatan pembinaan rohani bagi para komunitas motor dan anak jalanan agar mereka memiliki kepribadian yang islami. Saat ini KATRO telah memiliki 26 Chapter yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia termasuk didalamnya Chapter Kuningan.

Ust Gusman selaku Pembina KATRO Nasional mengungkapkan bahwa kedatangannya bersama rombongan adalah dalam rangka silaturahmi dan meminta do’a terkait pembukaan KATRO Chapter Kuningan.

“Saya atas nama Koordinator KATRO Nasional mengucapkan terimakasih karena Bapak Sesepuh sudah mau menerima silaturahmi kami. Disamping itu juga saya memperkenalkan bahwa kami sekarang sedang merintis sebuah Komunitas yang insyallah dapat merangkul semua kalangan masyarakat” Ungkap Ust Gusman Mengawali Pembicaraan didampingi Rincih Yulian selaku Pembina KATRO Chapter Kuningan.

Ia melanjutkan bahwa selain silaturahmi juga memberikan donasi yang dikumpulkan sejak banyak beredar informasi adanya kasus Pandemi Covid 19 di Al-Mutawally dan kegiatan KATRO Peduli Sesama akan rutin digelar.  

“Kami atas nama Katro Chapter Kuningan menamakan kegiatan ini sebagai Katro Peduli Sesama. Kami mendo’akan supaya Keluarga Besar Pesantren sehat, serta ada donasi yang terkumpul dari kami. Kami berharap dapat membantu untuk penyembuhan keluarga Pesantren. Harapan kami kegiatan ini akan sering kami adakan dan kami berkomitmen untuk peduli terhadap setiap permasalahan Umat dan Bangsa,“ ungkap Ust Gusman.

Drs KH Nunung Abdullah Dunun selaku sesepuh Pesantren Al-Mutawally mengapresiasi dengan silaturahmi dari KATRO Chapter Kuningan, beliau merasa senang dan bahagia dengan adanya silaturahmi ini serta berharap silaturahmi ini dapat berlanjut.

“Alhamdulilah saya atas nama Keluarga Pondok Pesantren AL-Mutawally mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran teman-teman KATRO Chapter Kuningan. Untuk kondisi saat ini para santri sudah membaik. Sehingga banyak santri yang sudah sehat kami pulangkan demi kebaikan bersama,” paparnya.

Ia berpesan kepada semua yang hadir dapat mengembangkan misi dakwahnya di jalan masing-masing dengan jalan ikhlas dan ruhul jihad.

“Setiap kebaikan yang dilakukan pasti akan banyak rintangan yang dihadapi. Jadi saya berpesan untuk tetap istikomah, ikhlas dan ruhul jihad dalam mengembangkan misi dakwahnya. Saya menyambut baik dengan adanya komunitas KATRO Chapter Kuningan. Semoga dapat menjadi bekal di akhirat kelak. Amin,” tutup Drs. KH Nunung Abdullah Dunun. (derium)

HOT NEWS

Potret Kekayaan 7 Pengusaha di Kabupaten Kuningan

Kuningan News - Kabupaten Kuningan, meski dikenal dengan keindahan alam dan wisata pegunungannya, juga merupakan rumah bagi beberapa pengusaha yang sukses di berbagai sektor bisnis. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, dipicu oleh inovasi dan ketekunan para pelaku usaha lokal. Salah satu sektor yang dominan di wilayah ini adalah ritel. Beberapa toserba besar menjadi andalan masyarakat Kuningan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Para pengusaha yang sukses di sektor ini berhasil mengelola jaringan ritel yang luas dan berkontribusi signifikan terhadap roda perekonomian daerah. Keberhasilan mereka tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang dinamis. Selain ritel, sektor properti dan konstruksi juga menjadi pilar penting bagi perekonomian Kuningan. Beberapa perusahaan besar di bidang ini terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi...

Sejarah Desa Bendungan, Dari Cantilan Hingga Desa Megah

Kuningan News -  Sebelum terbentuk menjadi desa, pada zaman dahulu Bendungan adalah nama sebuah cantilan atau “ kampung kecil yang terpencil yang jauh dari pusat pemerintahan desa”. Yang memberikan nama Bendungan itu sendiri adalah para petani dari wilayah Luragung yang membuat sebuah bendungan atau daam untuk membendung air di sungai Cisande dengan bureuyeung atau bronjong batu . Awal mula pemberian nama Bendungan kepada kampung ini adalah karena letaknya yang berdekatan dengan bendungan buatan orang orang Luragung tersebut, sehingga pada saat mereka akan menjaga air irigasi menuju bendungan yang ada kampung ini mereka berkata “kami akan ke bendungan”. Kampung Bendungan adalah kampung terpencil yang merupakan bagian dari Desa Lebaksiuh. K ampung ini awalnya adalah sebuah pemukiman kecil yang terletak di sebelah utara sungai Cisande , mereka membuat perkampungan di dekat sungai Cisande dengan tujuan untuk mendekati air sebagai sumber utama dalam kehidupan.  Pada awal be...

Bupati Diminta Jangan Cuma Menebar Hoax Soal Oknum Calo Perizinan

Kuningan News - Pernyataan Bupati Dian Rachmat Yanuar terkait dugaan adanya oknum perizinan yang bermain, menuai kritik dari Pengamat Kebijakan Daerah, Soejarwo. Ia meminta agar orang nomor satu di kota kuda ini tidak hanya sekadar menebar narasi di ruang publik melainkan harus diiringi tindakan konkrit.  "Jangan cuma menebar narasi di ruang publik seperti itu dong. Buktikan dan berikan sanksi, jika memang sudah mengantongi nama oknumnya. Kalau hanya berkoar-koar, nanti dianggapnya penebar hoax," kata Mang Ewo, sapaan akrabnya. Menurut dia, persoalan integritas dalam pelayanan perizinan tidak cukup diselesaikan melalui peringatan atau pernyataan keras semata. Pemerintah daerah perlu menunjukkan keseriusan melalui penanganan laporan, pemeriksaan dugaan pelanggaran, serta penjatuhan sanksi apabila pelanggaran tersebut terbukti. “Publik tentu menunggu langkah nyata, bukan sekadar pernyataan. Kalau memang ada aparatur yang menyalahgunakan kewenangan, meminta imbalan, atau terlib...

Dua Pabrik Sepatu Dapat Menyerap Belasan Ribu Tenaga Kerja

  Kuningan News – Dua pabrik sepatu berskala multinasional direncanakan bakal berdiri di Kabupaten Kuningan. Hal itu diamini Kepala DPUTR Kuningan I Putu Bagiasna MT. Ia mengamini, ada setidaknya 3 perusahaan besar yang melirik Kuningan sebagai pabrik, dimana dua diantaranya adalah pabrik sepatu, sementara satu adalah pabrik garmen. Putu Bagiasna, mulanya menjelaskan progress Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang saat ini tinggal menunggu Persub. Dalam draft Revisi RTRW itu, dimuat beberapa wilayah yang dicanangkan Pemkab Kuningan sebagai KPI (Kawasan Peruntukan Industri). Putu menjamin, KPI itu berada di lahan tidak produktif seperti Cidahu, Cimahi, serta sebagian Kecamatan Japara. “RTRW kami belum direvisi sejak 15 tahun lalu. Terakhir Perda 26 tahun 2011. Kami berharap,  tahun ini kita akan merevisi pekerjaan besar, RTRW 2026-2046,” kata Putu Kamis (25/9/2026). Di dalam revisi RTRW tersebut, sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat serta tingkat kebutu...

Bank Kuningan Kian Melesat, OJK Beri Predikat Bank Termasif Mendukung Literasi dan Inklusi Keuangan di Ciayumajakuning

Kuningan News – PT Perseroda BPR Kuningan atau Bank Kuningan kembali mencatatkan prestasi di tingkat wilayah Ciayumajakuning. Bank milik Pemerintah Kabupaten Kuningan tersebut meraih penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Termasif dalam Mendukung Program Literasi dan Inklusi Keuangan se-Ciayumajakuning Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Kuningan, H. Dodo Warda, S.E., M.M., dalam rangkaian Opening Ceremony Financial Expo (FinExpo) 2026 sekaligus peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan OJK Cirebon di Grage Mall, Kota Cirebon, Sabtu (31/10/2026). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan konsistensi Bank Kuningan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program edukasi dan sosialisasi k...

Narasi Ilmiah Analisis Dampak Lingkungan Geothermal

  Analisis Dampak Lingkungan Kegiatan Pengembangan Energi Panas Bumi Kuningan News - Pengembangan energi panas bumi (geothermal) merupakan salah satu alternatif penyediaan energi terbarukan yang memiliki potensi besar dalam mendukung transisi menuju sistem energi rendah karbon. Energi panas bumi memanfaatkan panas yang tersimpan di dalam reservoir bawah permukaan untuk menghasilkan energi listrik maupun energi panas secara langsung. Meskipun memiliki keunggulan berupa emisi gas rumah kaca yang relatif rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil, kegiatan eksplorasi, konstruksi, pengeboran, produksi, hingga pascaoperasi panas bumi tetap berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara sistematis. Pada tahap eksplorasi dan pengeboran, dampak lingkungan utama dapat berupa perubahan tutupan lahan, pembukaan akses jalan dan well pad, peningkatan erosi dan sedimentasi, gangguan terhadap habitat serta keanekaragama...

PKB Kuningan Kian Terbuka, Mantan Aktivis hingga Tokoh Non-Muslim Ramai-Ramai “Log In”

Muscab PKB di Grand Cordela, Minggu (5/4/2026), (foto: muhammad ragil arraqiib) Kuningan News – Bursa kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan belakangan ini dimasuki kader mantar aktivis. Partai yang identik dengan basis nahdliyin tersebut kini semakin menunjukkan wajah barunya sebagai partai yang terbuka. Banyak mantan aktivis mahasiswa hingga tokoh muda dari berbagai latar belakang mulai menyatakan ketertarikannya untuk bergabung atau "log in" ke partai tersebut. Drs. H. Ujang Kosasih, Ketua PKB Kuningan, menyebut PKB saat ini adalah wadah bagi seluruh warga negara tanpa melihat latar belakang organisasi maupun agama. Fenomena menarik perhatian adalah bergabungnya sejumlah nama besar dari kalangan aktivis muda, seperti Sadam Husain. Ada anak muda dari kalangan Muhammadiyah, NU, hingga mantan aktivis dari organisasi mahasiswa seperti, PMII dan GMNI yang ikut merapat. “Alhamdulillah di Muscab kali ini dalam rangka menyusun struktur DPC ke depan 202...