Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label wisata

Goa Walet Salah Satu Yang Tertinggi Di Indonesia Ada Di Jalur Pendakian Gunung Ciremai

Kuningan News - Gunung Ciremai tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga oleh kisah mistis yang melingkupinya. Salah satu tempat yang menarik perhatian para pendaki adalah Goa Walet, yang terletak di sebelah kanan jalur pendakian, kurang lebih seratus meter dari pertigaan Apuy-Palutungan. Goa ini menyimpan legenda Nini Pelet, yang pernah menjadi tema sinetron di televisi, dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang menjaga keasrian goa tersebut. Goa Walet, yang berada di ketinggian 2.950 meter di atas permukaan laut, dikenal sebagai salah satu goa tertinggi di Indonesia. Penampakannya dari atas menyerupai cerukan atau cekungan besar, dengan lubang cukup besar di dinding barat yang disebut sebagai Goa Walet. Dinamai demikian karena konon tempat ini merupakan sarang burung walet. Menurut penjelasan dari Taman Nasional Gunung Ciremai, goa ini tercipta akibat erupsi gunung pada tahun 1917. Flora yang tumbuh di sekitar Goa Walet juga menarik perhatian, di antaranya adalah E...

Keindahan Ciremai Dibalut Biaya Masuk Mahal, Segini Tarifnya...

  Kuningan News - Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, mendakinya menjadi daya tarik bagi banyak pecinta alam dan pendaki dari berbagai wilayah. Keindahan alam yang ditawarkan oleh Ciremai memang memukau, namun harga tiket masuk yang dibandrol sekitar 125 ribu rupiah + 10 ribu untuk parkir menimbulkan pertanyaan di kalangan pengunjung. Dalam karcis yang diterima, tertera rincian harga yang cukup kompleks, dengan total 85 ribu rupiah. Rincian tersebut meliputi tiket jasa wisata pendakian sebesar 48.500 rupiah, asuransi 1.500 rupiah, tiket masuk pengunjung umum 15.000 rupiah, pungutan kegiatan wisata alam 20.000 rupiah, dan biaya parkir sebesar 10.000 rupiah untuk satu motor. Meskipun harga tiket tampak tinggi, banyak pendaki yang tetap rela membayar demi menikmati pemandangan dan pengalaman mendaki yang luar biasa. Keindahan Gunung Ciremai memang sebanding dengan biaya yang harus dibayar. Pemandangan alam yang spektakuler, udara segar, dan pengalaman menaklukan ...

Patilasan Arya Kamuning, Jejak Sejarah yang Terabaikan di Lembah Cilengkrang

  Kuningan News - Di tengah jalur trekking menuju Lembah Cilengkrang, terdapat sebuah situs bersejarah yang dikenal sebagai Patilasan Arya Kamuning. Namun sayangnya, lokasi ini tampak tidak terawat. Mari kita simak kisah dibalik nama Arya Kamuning, yang menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Kuningan yang jarang orang kenal. Dilansir dari website Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Arya Kamuning dikenal juga sebagai Suranggajaya atau Bratawijaya, dilantik oleh Sunan Gunung Jati sebagai Sang Adipati Kuningan pada 1 September 1478. Pelantikan tersebut berlangsung di Gunung Jati, Cirebon, saat Kuningan berada di bawah kekuasaan Keraton Pakungwati.  Proses penyatuan Kuningan ke dalam wilayah Kesultanan Pakungwati berlangsung damai, berkat strategi politik kekerabatan yang diterapkan oleh Sunan Gunung Jati. Setelah dilantik, Arya Kamuning segera menuju ibu kota kerajaannya di Luragung untuk meneruskan tahta ayahnya. Beliau ...

Tiket Masuk Cilengkrang Naek, Fasilitas Sebanding Nggak Ya ???

  Kuningan News – Kawasan Wisata Cilengkrang menjadi salah satu tempat wisata yang baru-baru ini viral, namun tak sedikit dari masyarakat mengeluhkan harga tiket yang dianggap mahal, sementara fasilitas yang didapatkan tidak sebanding. Hal ini menjadi sorotan publik setelah diberlakukannya penyesuaian tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024, efektif sejak 30 Oktober 2024. Banyak pengunjung merasa kecewa karena tarif tiket dan parkir yang meningkat namun tidak diiringi dengan peningkatan kualitas fasilitas. "Kami membayar cukup mahal, tetapi fasilitas yang ada sangat minim, tidak sebanding minim tempat berteduh, toilet juga harus ngantri lama,” ungkap Sinta salah satu pengunjung.  Kenaikan tarif ini diklaim sebagai imbas dari aturan yang diberlakukan oleh pemerintah yaitu pungutan PNBP yang berlaku di berbagai wisata TNGC. Hal ini lah yang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.  "Kami memahami...

Duhh... Longsor di Kawasan Cilengkrang, 3 Desa Terdampak

  Kuningan News – Desa Pajambon, Gandasoli dan Sukamukti menjadi desa yang terdampak dari adanya bencana longsor di kawasan wisata Cilengkrang. Hal tersebut di konfirmasi oleh Kepala Desa Pajambon, Dra. Nani Ariningsih pada Jum’at (16/5/2025). Ia menyebutkan longsor ini berakibat pada terganggunya masyarakat yang akan menggunakan air bersih di ketiga desa tersebut. “Dampak dari longsor itu memang sampai ke tiga desa, termasuk Gandasoli, Sukamukti dan Pajambon, karena memang ketiga desa itu menggunakan sumber mata air yang sama di sekitar Cilengkrang,”tutur Nani ketika dimintai keterangan. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan air di kawasan tersebut. Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat dengan PUPR, ia mengusulkan untuk bisa memaksimalkan kawasan sekitar Cilengkrang tersebut seperti sediakala dan diadakannya penanaman pohon untuk penyerapan air di kawasan yang sudah tidak ada lagi pohon. “Selama beberapa jam masyarakat tidak bisa menggunakan air bersih karena memang air terseb...

Kades Pajambon Blak-blakkan Soal Penyebab Longsor di Kawasan Cilengkrang

  Kuningan News - Peristiwa longsor yang terjadi pada Rabu (14/5/2025), diduga diakibatkan oleh adanya limpahan buangan air dari kawasan Arunika yang menyebabkan semakin terkikisnya tebing di wilayah pembuangan tersebut.   Hal itu diungkapkan Kepala Desa Pajambon, Dra. Nani Ariningsih, kala ditemui kuningannews.com, Jumat (16/5/2025). Ia mengatakan, insiden tersebut merupakan kali kedua yang terjadi di wilayah Lembah Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya. "Longsor kemarin merupakan akibat dari pembangunan yang dilakukan di sebelah selatan lembah, tepatnya di area proyek wisata Arunika dan ini merupakan yang kedua kalinya. Dulu terjadi pas bulan puasa," tutur Nani.  Dia mengakui, longsor yang kedua kalinya ini lebih parah ketimbang longsor pertama. Nani merasakannya setelah banyak pembangunan kawasan wisata. “Yang sekarang lebih parah dari yang pas bulan puasa. Padahal sebelum adanya banyak pembangunan kawasan wisata di atasnya tidak pernah ada kejadian l...

Meriah!! Festival Budaya Paniis Ngahiji

   Kuningan News - Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, menyelenggarakan Festival Budaya Paniis Ngahiji yang dilaksanakan pada Sabtu – Selasa (10-13/5/2025). Kegiatan ini memiliki tujuan untuk merayakan kekayaan budaya dan tradisi setempat, serta memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Festival tersebut dimulai dengan pesta panen, yang menjadi simbol syukur atas hasil bumi yang melimpah. Acara ini juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menggambarkan kearifan lokal desa.  "Kami berharap pesta panen ini dapat mempererat kebersamaan dan rasa syukur kita semua terlebih kegiatan ini baru diadakan lagi setelah 3 tahun terahir tidak ada," ungkap Saap Ketua Pelaksana acara tersebut. Selama festival, juga diadakan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat jasa-jasa mereka yang telah berkontribusi dalam pembangunan desa.  "Ziarah kubur adalah tradisi yang sangat penting bagi kami. Ini menjadi momen r...